Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (28/1/2020) tengah malam hingga Rabu (29/1/2020) dini hari, juga berdampak bagi PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sedikitnya 12 tiang listrik milik perusahaan plat merah tersebut tumbang.

“Walaupun banyak tiang PLN yang tumbang, PLN Sibolga cepat tanggap untuk melakukan pengamanan instalasi agar tidak membahayakan masyarakat. PLN langsung sigap merehabilitasi jaringan yang terputus,” ungkap Manajer UP3 PLN Sibolga, Deny Fitrianto, Rabu (29/1/2020), terkait dampak hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di Tapteng pada Selasa (28/1) malam hingga Rabu (29/1/2020) dini hari tersebut.

Tiang-tiang PLN yang tumbang tersebut beber Deny, seperti tiang kontruksi C8 di jembatan Husor, Kecamatan Barus, sebanyak satu batang. Kemudian tiang kontruksi di Lateral Batu Leap, desa Sipakpahi, Kecamata Kolang, dengan jumlah yang sama sebanyak satu batang dan sisanya sebanyak 10 batang di Muara Suhat, desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi.

“Tim dari PLN Sibolga pada saat itu juga langsung turun ke lokasi banjir untuk melakukan pengamanan instalasi yang tergenang, agar tidak membahayakan bagi masyarakat,” ujarnya.

Bukan itu saja lanjut Deny, PLN juga langsung sigap merehabilitasi jaringan yang terputus di jembatan Husor arah Manduamas-Saragih, agar segera menyala kembali. Bahkan dari informasi lapangan, tidak ada korban jiwa yang tercatat meninggal dunia diakibatkan arus listrik PLN.

“Sementara, walaupun akses jalan sulit karena longsor dan nyaris terputus, PLN Sibolga tidak menyerah untuk turun ke lokasi banjir. Itu demi melakukan instalasi dan mendirikan kembali tiang-tiang yang tumbang agar arus listrik cepat menyala. Selain itu jangan sampai membahayakan masyarakat,” pungkasnya.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir dan longsor menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Selasa (28/1) tengah malam hingga Rabu (29/1) dini hari, selain mengakibatkan kerusakan rumah dan infrastruktur jalan dan infrastruktur jaringan PLN, juga mengakibatkan korban jiwa sejumlah warga meninggal dunia. (jhonny simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *