Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), memberikan Pelatihan Konselor Pemberian Makanan Bayi Dan Anak (PMBA) kepada 15 orang tenaga kesehatan (Nakes) Tapteng bertempat di PIA Hotel Pandan. Kegiatan itu telah dilaksanakan selama empat hari berturut-turut sejak Senin 14 Desember lalu hingga Kamis 17 Desember 2020.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Tapteng, Ernita Naibaho selaku Ketua Pelaksana Pelatihan menyebutkan, dari hasil pelatihan pre test dan post test PMBA yang menghadirkan tiga orang narasumber dari Fasilitator PMBA Dinkes Sumut, diantaranya Masytah, selaku Penjamin Mutu Pelatihan (Quality Control), Sri Rahayu Situmorang sebagai Pengendali Pelatihan (MOT) untuk Audit Internal dan Farida Lumban Tobing selaku panitia dari Bapelkes (TOC) Provinsi serta Fasilitator Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dari Dinkes Sumut, yaitu Arjuna, Lia Yuliani, dan Leli Mariani Harahap, ke 15 peserta pelatihan yang berasal dari Tenaga Pengelola Gizi Puskesmas Tapteng dinyatakan lulus memuaskan.

“Ke-15 nya berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sebab pelatihan ini sendiri telah mendapatkan pengakuan dari Kemenkes Tapteng sebagai penyelenggara pelatihan yang memenui standar berdasarkan hasil penilaian terhadap komponen yang diakreditasi,” kata Ernita pada acara penutupan pelatihan itu, Kamis (17/12).

Ernita mengungkapkan, adapun materi pembelajaran dalam pelatihan itu disusun dalam Kurikulum Modul Konseling PMBA selama 30 jam pelajaran (JPL). Namun sehubungan dengan darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona (COVID-19), Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengedarkan beberapa surat edaran yang mengatur berbagai perubahan mekanisme strategis pembelajaran dengan menerapkan upaya pengendalian mutu (Quality Control) terhadap proses penyelenggaraan pelatihan.

Quality Control (QC) ini dilakukan secara internal oleh penyelenggara pelatihan dan secara eksternal oleh institusi pengampu, yaitu Bapelkes Sumut. Penerapannya dilakukan mulai input (perencanaan), proses output, bahkan outcome, sehingga dapat memberikan gambaran yang utuh dan menyeluruh tentang pelaksanaan pelatihan,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tapteng, Nursyam, diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Winda Darpianur, saat menutup pelatihan, menjelaskan perihal Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percapatan Perbaikan Gizi, dengan mencanangkan Gerakan 1000 Hari Pertama kehidupan (1000 HPK). Menurutnya, Perpres tersebut dikeluarkan pemerintah sebagai salah satu upaya dalam mengurangi dan mencegah Stunting (Kekurangan gizi kronis selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak) di Indonesia.

“Pasalnya, anak Stunting tidak semata-mata disebabkan oleh keturunan, tetapi lebih banyak disebabkan oleh rendahnya asupan gizi dan penyakit berulang yang didasari oleh lingkungan yang tidak sehat,” katanya.

Winda kemudian mengungkapkan salah satu rekomendasi dalam Global Strategy on Infant and Child Feeding, terkait pemberian makan terbaik bagi bayi dan anak sejak lahir sampai umur 24 bulan.  Pertama, menyusui segera dalam 1 sampai 2 jam pertama setelah bayi lahir (IMD). Kedua, menyusui secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berumur 6 bulan. Ketiga, mulai memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang baik dan benar sejak bayi berumur 6 bulan. Keempat, tetap menyusui sampai anak berumur 24 bulan atau lebih.

“Berdasarkan hal itu, untuk mendukung Gerakan 1000 HPK, maka diperlukan peningkatan kapasitas petugas dengan melakukan Pelatihan Konselor Pemberian Makan bagi Bayi dan Anak (PMBA) di tingkat kabupaten. Maka itu juga, Ibu Kadiskes berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi para Nakes di Fasilitas Kesehatan, yaitu Puskesmas di Tapteng untuk dapat memberikan pelayanan prima, khususnya dalam upaya penyuluhan dan terapan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus penanggulangan Stunting di Tapteng,” tutup Winda. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *