Sibolga, SeputarTapanuli.com – Dua Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota dan 1 Bacalon Wakil Wali Kota di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), terkonfirmasi atau dinyataan Positif COVID-19. Hasil itu berdasarkan Swab Test Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan dan diketahui saat ketiganya akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sibolga.

Kedua Bacalon Wali Kota dan satu Wakil Wali Kota Sibolga itu, yakni Bahdin Nur Tanjung dan Jamaluddin Pohan. Sementara satu orang lainnya merupakan Bacalon Wakil Wali Kota atas nama Pantas Maruba Lumban Tobing.

Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumban Tobing atau disingkat pasangan JP, merupakan paket pasangan Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sibolga 2020. Mereka (Jamal-Pantas) terpaksa harus menjalani isolasi di RS Adam Malik Medan paska hasil Swab Test keduanya dinyatakan Positif COVID-19 oleh pihak rumah sakit milik Pemerintah Pusat tersebut.

Namun keduanya legowo, bahkan tidak ikut mendatar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sibolga pada Sabtu (5/9). Mereka terpaksa mewakilkan pendaftaran mereka kepada Ketua NasDem Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Ketua serta Sekretaris Partai Politik (Parpol) Pendukung mereka, demi kesehatan masyarakat Kota Sibolga.

Sementara Bahdin Nur Tanjung yang berpasangan dengan Edipolo Sitanggang atau disingkat pasangan ABADI, entah kenapa, malah lolos bisa ikut mendaftar langsung ke KPU bersama pasangannya Edipolo Sitanggang dan Parpol pengusung mereka pada Jumat (4/9) lalu. Atau dengan kata lain, Bahdin Nur Tanjung, tidak langsung menjalani isolasi paska hasilnya dinyatakan Positif COVID-19 oleh pihak RS Adam Malik.

Bahdin Nur Tanjung dan Edipolo Sitanggang foto bersama Kpu Sibolga usai mendaftar, Jumat (4/9). (SeputarTapanuli/foto Haposan Simbolon)

Divisi Sosialisasi KPU Sibolga, Afwan Nasution, merasa kecewa kepada pihak RS Adam Malik Medan, karena selain tidak menerangkan secara detail atau terperinci isi surat kesehatan (Hasil Swab) setiap Pasangan Bacalon, pihak RS Adam Malik Medan juga tidak mengambil tindakan, mengisolasi atau mengarantina langsung bilamana mengetahui ada dari antara pasangan Bacalon Positif COVID-19.

“Ini lah, bagaimana lah kita membaca hasil Swab Test pasangan Bacalon dari RS Adam Malik Medan ini. Pada Kolom Hasil, dinyatakan positif, namun dalam Kolom Rujukan, negatif. Kita kan bukan medis,” kata Afwan, Sabtu (5/9), terkait hasil Positif COVID tiga Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, usai pendaftaran pasangan Jamal-Pantas ke KPU Sibolga.

Afwan juga bersama Ketua KPU Sibolga, Khalid Walid, menyesalkan pihak Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sibolga. Karena, pihak Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sibolga tidak merealisasikan surat permohonan KPU Sibolga tentang pengadaan/penempatan tenaga medis saat penerimaan pendaftaran Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga. Sementara sebelumnya, KPU Sibolga sudah melayangkan surat permohonan untuk pengadaan/penempatan tenaga medis ini di KPU Sibolga.

“Jadi, kita tentunya kecewa dan kecolongan dengan situasi ini,” ujar Afwan.

Sebelumnya, Ketua KPU Sibolga, Khalid Walid mengungkapkan, sebelumnya penerimaan pendaftaran Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, KPU Sibolga selalu menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan COVID-19 sesuai Peraturan KPU (PKPU) No 10 tahun 2020 tentang perubahan atas PKPU No 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan pemilihan Gubernur/Waki Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Serentak lanjutan dalam Kondisi Bencana Non Alam COVID-19.

Protokol Kesehatan tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan dua kali pada pagi hari dan siang hari di keseluruhan ruangan pendaftaran. Kemudian, cuci tangan pakai sabun, cek suhu tubuh dan memakai masker serta selalu menginstruksikan pysical distancing dan tetap menjaga jarak minimal 1 meter.

‘Selain itu juga membatasi orang masuk ke dalam kantor KPU. Yang bisa masuk ke Kantor KPU Sibolga pada saat pendaftaran hanya lah Pasangan Bacalon serta seluruh Ketua dan Sekretaris Partai Politik (Parpol) pengusung,” ungkap Khalid.

Khalid pun menyampaikan apresiasi kepada Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing, atas keputusan mereka untuk tidak hadir, karena Positif COVID-19. Ungkapan ini disampaikan Khalid, saat menerima pendaftaran pasangan Jamal-Pantas ke KPU Sibolga yang diwakili oleh Ketua NasDem Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani bersama ketua dan Sekretaris Partai Politik (Parpol) Pendukung pasangan Jamal-Pantas, Sabtu siang (5/9).

“Kami menghargai keputusan pasangan Jamal-Pantas yang dinyatakan Positif COVID-19, sehingga memilih mewakilkan pendaftaran karena kepatuhan dan juga karena kecintaan kepada masyarakat Sibolga, sesuai Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas,” sebut Khalid.

Sebelum pendaftaran, Pasangan Jamal-Pantas juga telah menunjukkan itikad baik kepada KPU Sibolga dengan menyerahkan surat kesehatan hasil pemeriksaan Swab Test mereka kepada salah seorang Komisioner KPU Sibolga, Salmon Tambunan, yang diserahkan langsung melalui perwakilan mereka. Dalam surat itu, Pasangan Jamal-Pantas dinyatakan Positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab Test di RS Adam Malik.

Beda dengan Pasangan Bahdin-Edipolo  yang menyerahkan berkas pendaftaran mereka bersamaan dengan surat kesehatan hasil Swab Test mereka saat mendaftar ke KPU Sibolga, Jumat (4/9). Sementara, dalam surat kesehatan hasil Swab Test pasangan itu, Bahdin Nur Tanjung ternyata terkonfirmasi Positif COVID-19 dan KPU Sibolga pada saat itu salah membacakan hasilnya. KPU Sibolga saat itu membacakan hasil yang tertera dalam Kolom Rujukan yang berada di samping kanan Kolom Hasil, yang menyatakan negatif. Namun setelah dikonfirmasi kepada pihak RS Adam Malik Medan usai pendaftaran, KPU Sibolga seharusnya membacakan Kolom Hasil, yang menyatakan Bahdin Nur Tanjung, Positif COVID-19. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *