Sibolga, SeputarTapanuli.com – Kondisi kesehatan tiga pasien Positif COVID-19 asal Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan berangsur membaik.

Kabar itu disampaikan langsung Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Taput, Indra Simare-mare, Minggu (28/6), seputar perkembangan kesehatan ketiga pasien Positif COVID-19 asal Kota Sibolga dan Tapteng yang sebelumnya dinyatakan Positif COVID-19 berdasarkan hasil Tes Cepat Molekuler (TCM) Laboratorium RSU Tarutung beberapa hari lalu itu.

Namun demikian, ketiga pasien tersebut aku Indra, masih harus menunggu hasil pemeriksaan kesehatan lanjutan sebelum mereka nantinya benar-benar dinyatakan sembuh/sehat dan bebas dari COVID-19.

“Jadi mereka sampai sekarang masih dirawat dan diisolasi dan akan diperiksa lagi nanti,” ucap Indra.

Indra tidak menyangkal bahwa hasil pemeriksaan TCM sudah bisa menjadi acuan untuk menyatakan ketiga warga asal Sibolga dan Tapteng tersebut Positif COVID-19. Hasil (Sampel) pemeriksaan mereka (Ketiga pasien Positif COVID-19 warga Sibolga dan Tapteng) tidak perlu lagi dikirimkan ke Medan atau Jakarta untuk memastikan status kesehatan mereka kembali setelah diperiksa lewat TCM tersebut.

“Karena RSU Tarutung adalah rumah sakit rujukan COVID-19 dan sudah memiliki Laboratorium pemeriksaan untuk itu,” tukasnya.

Sementara itu ungkap Indra, RSU Tarutung kini tinggal menangani tiga pasien Positif COVID-19 dan semuanya asal Sibolga dan Tapteng tersebut. Sebelumnya empat orang pasien yang dinyatakan Positif COVID-19 di RSU Tarutung telah dinyatakan sembuh dan pulang.

“Jadi pasien COVID-19 yang masih dirawat di RSU Tarutung kini tinggal yang tiga orang asal Sibolga dan Tapteng itu. Empat orang sebelumnya sudah sehat,” pungkas Indra.

Dari tiga pasien Positif COVID-19 asal Sibolga dan Tapteng yang kini dirawat di RSU Tarutung itu, dua orang diantaranya merupakan pasangan suami istri (Pasutri), asal Tapteng. Keduanya berasal dari keluarga besar (Kelbes) TNI AL Sibolga yang dinyatakan Positif COVID-19 sesuai hasil TCM Laboratorium RSU Tarutung pada 22 dan 23 Juni 2020 lalu.

Sementara satu orang lainnya merupakan warga Sibolga berinisial NS, berusia sekitar 67 tahun. NS, seorang perempuan dan pensiunan Pegawai Negeri (PNS) ini juga dinyatakan Positif COVID-19 berdasarkan hasil TMC Laboratorium RSU Tarutung pada 24 Juni 2020.

Akibat munculnya ketiga kasus itu, puluhan warga dari kedua daerah terpaksa harus menjalani isolasi (Baik isolasi mandiri maupun yang diisolasi langsung oleh Tim Gugus Tugas) dan rapid test, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut. Status kedua daerah pun sedikit bergeser dari semula zona hijau menuju zona kuning.

Sementara itu terkait penggunaan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) itu, berdasarkan informasi yang dilansir dari sehatnegeriku.kemenkes.go.id, mesin Tes Cepat Molekuler untuk TBC (TCM-TB) ini bisa digunakan untuk pemeriksaan COVID-19. Pemerintah telah mendatangkan 1.500 cartridge khusus COVID-19 itu dan sudah di distribusikan ke daerah.

Pemeriksaan COVID-19 dengan menggunakan mesin TCM-TB diprioritaskan bagi pasien dalam pengawasan agar bisa cepat ditentukan statusnya positif atau negatif.

Menurut dokter Achmad, apabila hasilnya konfirmasi positif maka ada dua hal yang harus dilaksanakan. Pertama, isolasi ketat disertai layanan kesehatan yang komprehensif dan Kedua, penanganan dalam rangka kontak tracing.

“Oleh karena itu, ini (pemeriksaan dengan mesin TCM-TB) yang perlu dilakukan dalam kaitan melaksanakan pemeriksaan secara masif,” ujarnya. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *