Sibolga, SeputarTapanuli.com – Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Sibolga menutup sementara pelayanan tatap muka dengan masyarakat di kota itu serta daerah lainnya. Penutupan diberlakukan selama tiga minggu kedepan mulai 16 Maret hingga 5 April 2020.

Hal tersebut sesuai dengan surat pengumuman yang telah ditempel dan dipajang di pintu masuk dan pos Satpam kantor itu, Senin (16/3), dan dibuktikan juga dari penegasan petugas Security ketika menerima kedatangan masyarakat/warga saat hendak mengurus NPWP ke kantor itu.

Kepala kantor itu sendiri tidak dapat dikonfirmasi Gatra.com, oleh karena sesuatu hal. Sementara dari keterangan petugas Security kantor itu sebelumnya, mengakui bahwa penutupan kantor KPPP Sibolga tidak sepenuhnya dilakukan, karena masyarakat masih bisa berkonsultasi dan melakukan pengurusan lewat telepon kepada petugas pelayanan KPPP Sibolga melalui nomor (0631) 23125 dan 23124 atau lewat email kkp.126.pajak.go.id.

“Jadi hanya pelayanan tatap muka yang ditutup. Kalau pegawai kantor kita sendiri masih tetap beraktivitas sebagaimana biasanya,” tutur petugas Security kantor itu, Senin (16/3).

Warga yang gagal mengurus NPWP itu sendiri, H Hutagalung, 55, yang tinggal di Raso, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), saat ditemui terpisah, mengaku dirinya terima dan tidak protes dengan kebijakan managemen kantor KPPP Sibolga yang melakukan penutupan sementara pelayanan tatap muka kepada masyarakat . Dia menyadari semua itu demi kebaikan bersama.

“Ya, kita terima dengan penutupan kantor itu karena untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona tersebut,” katanya.

Berbeda dengan kantor KPPP Sibolga, perbankan dan kantor-kantor pelayanan masyarakat milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga masih terlihat tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Demikian juga dengan sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan lainnya di daerah itu.

Namun, satu langkah tegas telah diambil oleh Wali Kota setempat, Syarfi Hutauruk. Lewat konfrensi persnya ke beberapa wartawan, Syarfi mengeluarkan penegasan dengan menunda kegiatan “Sibolga Expo 2020” dan rangkaian kegiatan lainnya menyambut perayaan Hari Jadi Sibolga (HJS) ke 320 Tahun ke 2 April 2020.

“Sibolga Expo, Karnaval Budaya, Rapat Paripurna, Malam Hiburan Rakyat, kegiatan HJS lainnya dan seluruh kegiatan yang mengakibatkan pengumpulan massa, baik kegiatan keagamaan seperti Isra’ Mi’raj dan Paskah Oikumene, serta kegiatan lainnya, semua ditunda. Kita tunggu hingga ada info baik selanjutnya dari pemerintah pusat,” tukas Syarfi.

Penegasan itu sendiri diambil Syarfi, sesuai dengan surat Keputusan Presiden (Kepres) No.7/2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) dan Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara (Sumut) untuk mengurangi penyelenggaraan acara dengan pengumpulan massa guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, serta himbauan pemerintah pusat lainnya terkait Covid-19.

Sejumlah pegawai dan juga selaku orang tua yang memiliki anak sekolahan di Kota Sibolga, sebelumnya juga sangat berharap kepada Wali Kota Sibolga untuk mengambil keputusan tegas lainnya dengan meliburkan sementara waktu kegiatan kantor pemerintahan, sekolah dan lain sebagainya. Bila perlu juga Wali Kota diharapkan berkoordinasi dengan petugas dari TNI/Polri untuk bisa kemudian menempatkan setiap petugas TNI/Polri bersama-sama dengan petugas medis memeriksa kesehatan setiap orang yang lalu lintas di setiap pintu atau jalan masuk dari dan ke Kota. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *