Sibolga, SeputarTapanuli.com – Satu dari empat orang pemuda yang menganiaya seorang penjaga hotel di Kota Sibolga beberapa bulan lalu berhasil ditangkap petugas Kepolisian Resort (Polres) Sibolga. Pemuda tersebut berinisial ARB, ditangkap pada Jumat (25/12) lalu sekira pukul 02.00 WIB di Jalan R Suprapto, Sibolga.

“Korban penganiayaan mereka bernama Eprianus Zai, 24, mahasiswa, warga Jalan Oloana’a Dusun II, Desa Sitolubanua, Kecamatan Lahewa Nias Utara, dan tinggal di Kota Sibolga di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, Kamis (1/1).

Peristiwa penganiayaan terhadap korban Eprinaus terjadi pada 28 Mei 2020. Bermula ketika terduga pelaku ARB bersama tiga orang temannya datang ke penginapan tempat korban bekerja. Bukan mau menginap, ARB, bersama tiga temannya hanya ingin membuat keributan, karena mereka merasa sebagai putra kampung itu sehingga mereka berhak kapan saja untuk datang dan mau menginap di hotel itu.

“Korban Eprianus saat itu menegur ARB dan ke tiga temannya supaya tidak membuat keributan, tapi korban Eprianus malah dimaki dan salah seorang dari ke empat pemuda tersebut malah memukulkan senjata mainan ke kening dan dada korban Eprianus,” tutur Sormin.

Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim, AKP D Harahap, memerintahkan unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya Jum’at (25/12) sekira pukul 02.00 WIB, Polisi berhasil mengamankan ARB, sementara tiga temannya masih dalam perburuan.

“Kepada ketiganya kami imbau agar dengan gentlemen melapor atau menyerahkan diri kepada pihak berwajib, sebelum petugas memberikan tindakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sebab identitas kalian telah diketahui oleh petugas,” tegas Sormin.

Terduga pelaku ARB telah dititipkan ke Lapas Sibolga. Dia diduga telah melakukan tindak pidana  penganiayaansecara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 (1) Jo 170 dari KUHPidana.

“Ancaman hukumannya diatas selama 5 tahun,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *