Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), AKBP Nicolas Dedy Arifianto, memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Toba 2020 di Lapangan Apel Markas Polres Tapteng di Pandan, Senin (21/12). Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di Tengah Pandemi COVID 19 di daerah itu.

Apel gelar pasukan dengan tema ‘Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Toba 2020 Kita Tingkatkan Sinergi Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Tengah Pandemi COVID-19 itu dihadiri Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga, Letkol Laut (P) Andrias BM Simaremare, Komandan Satuan (Dansat) Radar 234 Tapteng diwakili Letda Lek Dedi Gunawan, Danden POM 1/2 Sibolga, Letkol CPM Hasanuddin Siagian dan Waka Polres Tapteng, Kompol Rokhmat.

Turut hadir para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat) dan Kapolsek sejajaran Polres Tapteng serta Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, P Simatupang dan mewakili pihak Jasa Raharja Sibolga, M Ridho Amjad.

Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul didampingi Kapolres Taoteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto serta Danlanal Andrias BM Simaremare, Dandenpom Sibolga, Letkol CPM Hasanuddin Siagian, dan Dansatradar diwakili Letda Lek Dedi Gunawan, memeriksa barisan pada apel gelar pasukan Operasi Lilin Toba 2020 di lapangan Apel Polres Tapteng di Pandan, Senin (21/12). (SeputarTapanuli/Dok Humas Polres Tapteng)

Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedi Arifianto, dalam arahannya membacakan amanat tertulis Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menyampaikan, perayaan Nataru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktifitas pada pusat keramaian. Peningkatan aktifitas masyarakat tersebut tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, kamseltibcar lantas, dan pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19.

“Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2020 selama 15 hari mulai 21 Desember sampai 4 Januari 2021 dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Tentunya dengan tetap menerapkan Prokes guna mencegah penyebaran COVID-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan rasa aman dan nyaman,” kata Nicolas.

Nicolas menegaskan, pengamanan tersebut tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan petugas cenderung under estimatee dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat. Apalagi di masa Pandemi COVID-19 saat ini, petugas harus lebih peduli jangan sampai kegiatan perayaan Nataru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran COVID-19.

“Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras dan aksi perusakan fasilitas umum. Kemudian aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan,” tukas Nicolas.

Nicolas pada kesempatan itu tidak lupa menyampaikan beberapa penekanan Kapolri Idham Azis untuk dipedomani para petugas operasi guna mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Antara lain, meminta kepada seluruh personil yang bertugas agar mempersiapkan mental dan fisik serta menjaga kesehatan dan meniatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME). Kemudian melakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang, sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat serta meningkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum Nataru.

Selanjutnya, meminta kepada seluruh personil agar melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis dan memberikan pelayanan terbaik, melengkapi sarana dan prasarana (Sarpras) dan perlengkapan perorangan yang memadai, serta melakukan penugasan anggota dengan buddy system. Melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindak secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Selain itu, mantapkan kerja sama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi. Dan tetap lah menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan Prokes mencegah penyebaran COVID-19, yaitu dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih,” tukas Nicolas.

Selanjutnya Kapolres Nicolas menyematkan pita operasi kepada perwakilan personil dari masing-masing institusi yang terlibat dalam operasi itu. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *