Sibolga, SeputarTapanuli.com – Seorang Ayah durjana di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), berinisial AG alias AA, 51, ditangkap Polisi karena diduga telah menyetubuhi putri kandungnya.

Korban masih berusia belia sekitar 14 tahun disetubuhi berulang-ulang ketika Ibunya berada di Lahewa, Kepulauan Nias.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menerangkan, kasus pelecehan seksual sedarah (Inces) itu terungkap ketika korban Melati (Nama samaran) mengadu ke Ibunya. Dia (Korban) mengaku sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Ayahnya yang telah mengagahinya berulang-ulang.

“Korban pun meminta ibunya pulang dari Lahewa,” ungkap Sormin, Sabtu (9/1).

Ibu korban pergi ke Lahewa, karena merasa sudah tidak akur lagi dengan Ayah korban. Ibu korban pergi dengan membawa seorang adik korban, sementara korban dan seorang adiknya lagi tinggal di Sibolga bersama-sama dengan Ayahnya tersebut.

“Ibu korban sudah 4 tahun di Lahewa. Namun ketika mendengar pengaduan itu, Ibu korban buru-buru mencari ongkos pulang ke Sibolga dan tiba pada Rabu (6/1) pagi sekira pukul 09.00 WIB, ” tutur Sormin.

Setelah mendengar pengakuan korban, malam itu juga sekitar pukul 23 45 WIB, Ibu korban langsung mendatangi Polres Sibolga dan membuat laporkan pengaduan atas perbuatan suaminya kepada buah hati mereka dan menjadi anak sulung mereka tersebut.

“Sehari kemudian, Kamis (7/1 sekira pukul 10.00 WIB, terduga pelaku berhasil diamankan dari dalam rumah mereka di sebuah gang di Kecamatan Sibolga Selatan,” terang Sormin.

Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui telah mencabuli buah hatinya tersebut sebanyak 4 kali, berawal Agustus dan berlanjut November serta Desember 2020 hingga Januari 2021. Seluruhnya dilakukan di dalam rumah mereka dengan imbalan uang belanja dan uang jajan.

“Akibat perbuatannya itu, AG diancam pasal 76 d Jo pasal 81 ayat 3 undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun,” pungkas Sormin.

Awal mula Inces (Hubungan sedarah) pada Agustus 2020 (Hari dan tanggal tidak diingat oleh korban Melati) itu, berlangsung ketika Melati tidur malam bersama adiknya di ruangan tamu rumah mereka, ditemani Ayah mereka yang durjana tersebut.

Malam itu, Ayah Melati yang durjana ini memploroti celana dalam Melati hingga lutut. Melati saat itu tersentak dan terbangun lalu menegur Ayahnya yang durjana ini, dengan perkataan kenapa membuka celana dalamnya. Tapi Ayahnya yang durjana ini dengan gamblang menjawab Melati dengan perkataan “Ayo main”.

Melati saat itu menolak, tapi karena diancam tidak akan diberikan uang belanja ditambah iming-imingi dia akan diberikan uang jajan, dia akhirnya pasrah digagahi oleh Ayah durjananya ini.

Hal itu kembali berlanjut sebanyak 3 kali lagi yakni November dan Desember 2020 serta Januari 2021. Sama seperti perbuatan pertama, selepas melepas hasratnya, Ayah durjana Melati ini juga memberikan uang jajan kepada Melati. Namun uang jajan yang diberikan pada peristiwa ke dua hingga ke empat kepada Melati masing-masing cuma Rp10 ribu. Sedangkan yang pertama, Ayah durjana Melati ini memberikan uang sebesar Rp20 ribu kepada Melati. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *