Berdamai Dengan Covid-19, Suti Masniari : Ekonomi Memang Harus Bergerak

Sibolga, SeputarTapanuli.com – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), menyikapi secara positif pernyataan Presiden RI, Joko Widodo, tentang “Berdamai Dengan Covid-19”. Pernyataan tersebut diakui dalam upaya pemerintah pusat untuk menggerakkan dan menumbuhkan kembali ekonomi Indonesia.

“Keputusan pemerintah pusat (Presiden Joko Widodo/Jokowi) tersebut pastinya dengan dasar dan landasan yang kuat, kenapa pemerintah sampai membuat statement (pernyataan) atau membuat keputusan seperti itu. Juga pastinya keputusan pemerintah tersebut sudah melalui kajian dan pemikiran yang sangat-sangat dalam,” kata Suti, Selasa (19/5), usai menyerahkan bantuan ratusan paket sembako dari BI kepada warga miskin dan tidak mampu di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui komunitas ‘Sibolga Community’ di Aula Grha Aulia KPw BI Sibolga.

Kedepannya, sebagai upaya pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kembali, sebut Suti, setelah/paska lebaran nanti, sebagian besar pegawai yang berusia dibawah 45 tahun, dibolehkan untuk bekerja kembali. Artinya tukas Suti, kondisi ekonomi sekarang memang harus bergerak dan tidak bisa vakum (terhenti).

“Kalau kita (orang-orang) terus menerus vakum dirumah saja, ekonomi pastinya tidak bergerak dan semakin berat beban ekonomi pemerintah nantinya. Tapi bagaimana menggerakkan ekenomi ini, tentunya orang-orang juga harus tertib dalam menjalankan Protokoler Kesehatan Pencegahan Covid-19,” imbuh Suti.

Soal dukungan BI khususnya BI Sibolga dalam upaya menggerakkan ekonomi ini di wilayah kerja (Wilker) nya? Secara nasional beber Suti, pemerintah Indonesia telah menerbitkan stimulus Jilid III, yang berfokus kepada recovery (perbaikan) ekonomi, termasuk kepada kredit-kredit Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Nah, untuk BI Sibolga sendiri rutin melakukan pertemuan, khususnya binaan BI dari virtual meeting. Dari beberapa pertemuan, kita bertanya dan memberikan masukan-masukan kepada mereka (pelaku UKM) dalam pengembangan usahanha,” ujar Suti.

Bahkan lanjut Suti, mereka (BI Sibolga) senantiasa mendorong para pelaku UKM agar bertransaksi secara digital untuk pengembangan usaha mereka. Misal dengan memperluas transaksi pemasaran mereka secara online.

“Harus ada shifting perilaku. Kalau cara-cara lama tidak bisa, mungkin bisa dengan cara meluaskan pemasaran secara online/digital. Masukan-masukan seperti itu kita berikan. Bahka seadainya mereka membutuhkan pelatihan bagaimana membuat website atau belajar membuat portal untuk penjualan/transaksi secara online, kita bantu dalam pelatihannya,” tukasnya.

Adakah stimulus dari BI Sibolga secara khusus kepada pelaku UKM ini? Suti mengatakan otoritas BI hanya pada bidang moneter, seperi menurunkan suku bunga dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pemerintah.

“Jadi memang ada pakem/kavling masing-masing. Kalau pemerintah kan, memang mereka stimulus fiskal yang terkait pertumbuhan ekonomi atau growth. Kalau kami terkait suku bunga dan nilai tukar. Jadi ada kavling masing-masing, gitu,” pungkas Suti. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *