Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Kepala Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Sibolga, Suti Masniari Nasution, memberikan pemahaman mengenai transaksi non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), kepada jamaah Masjid Ar Rahman, Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (17/2/2020).

Kepala KPw BI Sibolga, Suti Masniari Nasution, mengungkapkan bahwa saat ini transaksi non tunai menggunakan aplikasi dompet digital (e-Wallet) telah menjadi tren di masyarakat, terutama generasi milenial.

Awalnya ujar dia, transaksi non tunai ini dilakukan oleh beberapa perusahaan jasa sistem pembayaran menggunakan aplikasi e-Wallet seperti, LinkAja, OVO, GO-PAY, DANA, DOKU dan lainnya.

“Untuk perbankan sendiri ada tiga yang sudah menerapkan, yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI,” katanya.

Selama ini lanjut dia, masing-masing penyelenggara sistem pembayaran tersebut hanya memiliki satu QR sendiri. Namun dengan implementasi QRIS, satu barcode kini bisa dipergunakan untuk berbagai jenis jasa sistim pembayaran melalui dompet digital.

“Intinya, QRIS ini lebih memudahkan, lebih efisien dan mendorong berbagai pihak dalam menerapkan transaksi non tunai,” ujarnya.

Diakui, pihaknya akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat luas untuk melakukan pembayaran non tunai menggunakan QRIS. Baik di pasar tradisional, lembaga pendidikan seperti sekolah dan universitas, lembaga keagamaan seperti masjid, gereja, dan perusahaan jasa pengangkutan dan merchant yang ada.

“Saya juga berharap agar setiap rumah ibadah, dalam menyelenggarakan zakat, infak, dan sedekah, transaksi pembayarannya dilakukan menggunakan dompet digital. Maka itu, kita tidak akan berhenti di satu masjid ini saja, beberapa masjid lain juga. Kita harapkan masjid di Sibolga dan Tapteng nanti akan menggunakan QRIS dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekahnya,” pungkasnya.

Suti selanjutnya menyerahkan bantuan dari Program Sosial BI kepada Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Ar Rahman Tapian Nauli II. Rencananya juga, BI akan membuatkan kotak infak yang lubangnya dirancang sesuai ukuran pecahan uang kertas. Sehingga uang yang dimasukkan ke dalam kotak, tidak rusak dan terlipat, karena sebagian masyarakat masih menggunakan uang tunai. Dengan demikian kotak infak yang dirancang nantinya akan tetap rapi.

Sementara itu, Ketua BKM Ar Rahman Tapian Nauli II, Jamaluddin Simatupang, menyampaikan rasa syukur mereka dari mesjid Ar Rahman atas perhatian dan bantuan yang disampaikan KPw BI Sibolga.

“Mudah-mudahan, ada bantuan lain yang diberikan BI Sibolga kepada masjid ini nantinya,” kata Jamaluddin singkat. (jhonny simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *