Sibolga, SeputarTapanuli.com – Bank Indonesia (BI) Sibolga terus mendorong penggunaan sistem pembayaran non tunai QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) dalam bertransaksi. Sejak diluncurkan pada awal Januari 2020 lalu, tercatat sudah ada 500-an merchant (pedagang) di wilayah kerja bank itu yang telah memanfaatkan sistem pembayaran tersebut, belum perseorangan.

Namun untuk lebih memperluas peningkatan penggunaan sistem pembayaran non tunai itu, BI Sibolga senantiasa menggelar berbagai kegiatan roadshowtalkshow dan sosialisasi di berbagai tempat dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat, pelaku usaha, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), pengurus rumah ibadah, akademisi, Forkopimda, dan lembaga/instansi vertikal lainnya.

Bahkan dalam waktu dekat ini, tepatnya pada 15 Maret 2020 mendatang, BI Sibolga akan menggelar Pekan QRIS Nasional di lapangan Simare-mare, Sibolga, dengan menghadirkan banyak orang, terutama menghadirkan artis Ibukota Virza dan influencer (punya followers atau audience yang cukup banyak di sosial media) seperti Mamak Gardan, untuk menjadi agent communicator (penghubung) sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat.

“Di acara puncak itu, kita mengharapkan QRIS semakin dikenal dan menjadi pilihan alternatif transaksi bagi masyarakat serta dapat menjadi pola hidup baru yang memberikan kemudahan bagi para pelaku ekonomi,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sibolga, Suti Masniari Nasution, dalam siaran persnya di Grha Aulia BI Sibolga, Rabu (11/3).

Suti pada kesempatan itu tidak memungkiri, bahwa sama seperti pembayaran tunai, QRIS juga dapat digunakan untuk pembayaran ritel (eceran) seperti membeli sayur, bakso, dan kebutuhan pokok lainnya, serta dapat dilakukan di mana saja, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Termasuk dapat membayar infaq di mesjid dan lain sebagainya.

Demikian Suti juga tidak memungkiri bahwa tujuan dari penggunaan QRIS ini adalah untuk memperlancar sistem pembayaran non tunai di Indonesia. Selain itu untuk mendorong efesiensi transaksi, serta mempercepat inkluisi keuangan (jumlah orang yang menjadi nasabah), dan untuk memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Disamping pemakaiannya aman dan lancar.

“Dengan berlakunya QR Code ini, tidak ada lagi QR Code lain yang boleh digunakan di Indonesia selain QRIS. Sehingga QRIS dinamakan Unggul, yaitu Universal, Gampang, Untung dan Langsung,” sebut Suti.
Penggunaan QRIS ini sendiri, cukup dengan memindai kode QR (QR Code) lalu memilih dan mengunduh aplikasi pembayaran yang terpasang pada ponsel. Selanjutnya registrasi ke salah satu PJSP seperti Link Aja, OVO, Go Pay dan lainnya, dan memastikan tersedianya saldo untuk transaksi.

Setelah itu, memindahkan (scan) QRIS pada merchant (penjual barang atau jasa), lalu memasukkan nominal transaksi dan melakukan otorisasi transaksi, serta kemudian melakukan konfirmasi pembayaran kepada penyedia barang, atau jasa.

Menurut Deputy KPw Sibolga atau Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Junaidi, dari berbagai keuntungan penggunaan sistem pembayaran QRIS ini, salah satu kuntungaan krusial lainnya adalah untuk menghindari masyarakat dari penggunaan uang palsu.

“Disamping tidak dirumitkan dengan uang pecahan kecil dalam penggunaannya,” pungkas Junaidi. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *