Sibolga, SeputarTapanuli.com – Komando Resort Militer (Korem0 023/Kawal Samudera (KS), menggelar pembekalan kontra radikal bagi prajurit bertempat di Aula Gupala, Markas Korem itu, Kamis (10/9). Tujuan kegiatan itu, agar keluarga besar Korem 023/KS memahami hal-hal yang berkaitan dengan radikalisasi dan terorisme, terutama munculnya gejala kebangkitan kelompok radikal kiri yang berideologi komunis (PKI gaya baru).

Komandan Korem (Danrem) 023/KS, Kolonel (Inf) Febriel Buyung Sikumbang, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 023/KS, Letkol (Inf) Deni Engel Rupingi, menyebutkan bahwa bahaya radikalisme, terorisme, premanisme bahkan komunisme sudah sangat mengancam integritas bangsa dan menimbulkan ketidakstabilan serta merusak kerukunan antar umat beragama. Faham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal-hal yang dianggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis.

“Sikap ekstrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan- tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara dan aparatnya. Sehingga diperlukan pendekatan multidimensi untuk memecahkan akar masalah dengan melibatkan berbagai elemen, instansi dan tokoh masyarakat,” kata Danrem.

Mantan Komandan Bataliyon (Danyonif) 700/Raider dan Asops Kasdam V/Brawijaya serta mantan Danmensis Secapa AD ini pun berharap kepada prajurit peserta pembekalan kontra radikal, supaya melaporkan bila terdapat penyebaran paham radikalisme di lingkungan mereka masing-masing. Hal tersebut disampaikan orang nomor satu Korem 023/KS tersebut supaya dapat dicegah dan ditangkal.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada para peserta pembekalan agar memahami dan mencermati pembekalan ini. Serap dan pahami materi, tanyakan apabila belum paham dan mengerti,” pesannya.

Hal senada disampaikan Asisten Intel (Asintel) Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Mayjen TNI Teguh Arif Indratmoko, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Ketua Tim Pembinaan Komunikasi (Binkom), Kolonel (Arm) Rully Chandra Yadi. Teguh mengakui, perkembangan radikalisme akhir-akhir ini cukup pesat, terutama dengan memanfaatkan media sosial (Medsos).

“Pemerintah berusaha keras melawan radikalisme di Indonesia, sehingga mutlak bagi prajurit untuk mengetahui hal ini agar dapat kita cegah bersama-sama dengan keluarga,” ucap Teguh.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan pembekalan yang diikuti oleh perwakilan anggota (Prajurit) yang berada di satuan jajaran Korem 023/KS tersebut, yakni Letkol (Chb) Dayat Dwi Aryanto yang membawakan materi tentang Paham Radikal dan Letkol (Inf) Jarkasi, tentang Ancaman Radikalisme. (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *