Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapanuli Tengah (Tapteng) melaksanakan Pertemuan Penguatan Konseling, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, dan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) bertempat di PIA Hotel Pandan, Kamis (10/12). Kegiatan itu bertujuan untuk percepatan pencegahan dan penurunan Stunting (Gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi) dengan mengoptimalkan intervensi gizi, spesifik pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK).

Pertemuan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tapteng, Nursyam, diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Winda Darpianur dan dihadiri Kadiskes Sumatera Utara (Sumut) diwakili oleh Kabid Kesmas Hery VB Ambarita, dan narasumber dari Dinkes Sumut.

Dalam sambutannya, Kadiskes Tapteng yang disampaikan oleh Kabid Kesmas, Winda menyebutkan, pertemuan penguatan Konseling, IMD, ASI Eksklusif, dan KP-ASI ini, dilakukan bagi petugas kesehatan dan kader yang ada di Tapteng. Sebagai salah satu upaya percepatan pencegahan dan penurunan Stunting Tapteng dengan mengoptimalkan intervensi gizi, spesifik pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK).

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (Monev), saat ini cakupan ASI Eksklusif (ASI saja sampai usia 6 bulan) di Tapteng perlu ditingkatkan. Sebab, masih terdapat praktik pemberian makanan yang tidak benar di masyarakat terhadap bayi dan anaknya. Seperti pemberian makanan pendamping selain ASI pada bayi sebelum usia 6 bulan. Padahal, peran ASI sangat luar biasa, terutama bagi optimalisasi penyerapan zat gizi (makro dan mikro) yang bermanfaat pada tumbuh kembang anak,” kata Winda.

Kabid Kesmas Dinkes Tapteng, Winda Darpianur, saat menyampaikan sambutan dan materi di Pertemuan Penguatan Konseling, IMD, ASI Eksklusif, dan KP-ASI bertempat di PIA Hotel Pandan, Kamis (10/12). (SeputarTapanuli/Dok Diskominfo Tapteng)

Selain itu, teknik tindakan IMD yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) harus terus ditingkatkan, sehingga perlu adanya refreshing ilmu dan keterampilan terkait hal itu.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kita tidak hanya berdiskusi atas berbagai materi yang dipaparkan oleh narasumber, namun kita juga melakukan demontrasi teknik tindakan IMD dan dapat mengaplikasikannya di pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Kabid Kesmas Sumut, Hery VB Ambarita, mengapresiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini penting dan strategis karena merupakan salah satu program/kegiatan dalam mendukung upaya pemerintah mengatasi 3 prioritas masalah kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Diantaranya adalah penurunan angka kematian Ibu (AKI), penurunan angka kematian Bayi (AKB), dan penurunan Prevalensi Stunting,” ungkap Hery.

Turut hadir pada pertemuan itu, para Pimpinan Puskesmas se Tapteng. (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *