Sibolga, SeputarTapanuli.com – Melati (Nama samaran), seorang gadis dibawah umur, warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), harus menanggung beban berat. Soalnya, dia telah ternoda oleh karena bujuk rayu pria satu marganya yang pernah menjadi kekasihnya.

Melati tak kuasa menutup aib nya, kala ia pulang ke rumah orang tuanya di Tapteng. Melati langsung menangis kepada kedua orang tuanya, mengaku bahwa ia sudah tidak gadis lagi.

Melati, gadis yang masih berusia 16 tahun ini sebelumnya tidak pulang. Dia sempat tinggal serumah dengan mantan pacarnya/kekasihnya EMG, 19, di Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Disana dia tinggal selama lima hari lamanya, terhitung dari Jumat (31/1) hingga Selasa (4/2).

Selama tinggal dirumah EMG, EMG kerap menggarap Melati laiknya istrinya sendiri. Hal itu dilakukan EMG sebagaimana dia dan Melati pertama kali melakukannya di salah satu tempat bersejarah di Kota Sibolga. Dari tempat ini jualah Melati tidak mau pulang dan dari tempat ini juga kesucian Melati terenggut. Padahal orangtuanya pada hari itu sudah sangat kecarian.

Dalam melakukan itu, EMG yang pernah merasakan dinginnya dibalik jeruji besi ini selalu melempar bujuk rayu kepada Melati, bahwa ia akan bertanggungjawab dan bersedia pindah keyakinan (pindah agama) mengikuti keyakinan Melati. Padahal mereka sebenarnya masih satu marga (Satu keturunan).

Orang tua Melati, MN,49, pun bergeming mendengar cerita dan lengakuan Melati dan melaporkan EMG kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Sibolga. Laporan diperbuat MN, dua hari kemudiannya, yakni Kamis (6/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

“Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim AKP D Harahap selanjutnya memerintahkan unit Opsnal (Buser Reskrim) untuk melakukan penyelidikan dan kemudian diperoleh informasi bahwa Tsk sudah tidak berada di Sibolga lagi,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, Minggu (12/7).

Namun EMG sudah melarikan diri dan tidak berada di Sibolga lagi. Tapi Rabu (8/7) sekira pukul 16.30 WIB, dia dikabarkan berada di Sibolga dan sedang berada disalah satu tempat tukang pangkas rambut di daerah Kelurahan Sibolga Ilir.

“Petugas segera meluncur dan sekira pukul 17.00 WIB, tersangka EMG berhasil diamankan,” sebut Sormin.

Selama tidak berada di Sibolga, EMG ternyata melarikan diri ke Jakarta. Namun di Jakarta, dia tidak mendapatkan pekerjaan. Pada April 2020, dia (EMG) memilih hengkang dari Jakarta menuju Medan dan tinggal dirumah saudaranya. Disana (Medan) dia berhasil mendapatkan pekerjaan disalah satu perusahaan swasta.

“Namun karena Covid-19, tersangka kembali ke Sibolga dan berhasil diamankan,” tutur Sormin.

Kepada polisi beber Sormin, EWG mengakui perbuatannya, telah melakukan hubungan terlarang dengan Melati yang dikenalnya dari media sosial (Medsos) Facebook (FB) pada Januari 2020 silam itu.

“Dalam melakukan perbuatan terlarang itu, EMG juga mengakui bahwa dia selalu mengatakan akan bertanggungjawab dan bersedia pindah agama kepada korban,” tukas Sormin.

EMG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut dan pihak kepolisian sudah menetapkannya sebagai tersangka serta menahannya sementara dirumah tahanan polisi (RTP) Polres Sibolga.

“Dia (EMG) diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76D Jo pasal 81 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan paling tinggi 15 tahun atau denda Rp5 miliar,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *