Sibolga, SeputarTapanuli.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), sedang mengkaji tehnologi aplikasi yang bisa merangkum dagangan pedagang di Kota Sibolga dalam satu sistem. Hal tersebut guna membantu peningkatan ekonomi pedagang sekaligus untuk memberikan rasa aman selama masa Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas (Kadis) Perindag Sibolga, Agung Mariani Barus, mengatakan pihaknya sebelumnya sudah menyampaikan pemakaian tehnologi dalam penjualan/perdagangan kepada para pedagang yang ada di Kota Sibolga. Hasilnya, beberapa pedagang sudah memanfaatkannya bahkan mengembangkan sendiri tehnologinya.

“Tapi karena keterbatasan dana, itu belum berjalan,” ujar Agung, menjawab SeputarTapanuli.com, belum lama ini, perihal pemanfaatan tehnologi dimasa Pandemi Covid-19.

Agung mengakui di tengah situasi Pandemi Covid-19 sekarang ini, pemanfaatan tehnologi dalam transaksi perdagangan atau jual beli sangat baik. Contohnya dengan memanfaatkan Facebook (FB), Whatsapp (WA) maupun Instagram, sebagai wadah dalam menampilkan dan menjual produk dagangan.

“Ya, itu sangat baik. Tapi kedepan, kita perlu tehnologi untuk merangkumnya dalam satu sistem. Tapi itu sedang dikaji, seperti apa yang cocok untuk pedagang Sibolga,” tukasnya.

Pihak dinas perdagangan ini sebelumnya mencatat ada sekitar 400-an lebih usaha kecil dan menengah (UKM) ditambah 150-an lebih pedagang kecil di kota itu terpukul dan kembang kempis karena Pandemi Covid-19. Beberapa diantaranya bahkan disebutkan tutup. Data itu telah dilaporkan atau disampaikan dinas itu kepada pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat dan sedang menunggu tindaklanjut penanganannya seperti apa.

Sementara sebelum-sebelumnya juga, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sibolga, Suti Masniari Nasution, telah mengajak masyarakat dan pedagang untuk menerapkan transaksi non tunai ketika berbelanja barang kebutuhan pokok sehari-hari. Caranya dengan menggunakan alat pembayaran uang elektronik (e-Money), mobile banking, atau internet banking, serta QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Menurut Suti, penerapan transaksi non tunai merupakan upaya paling efektif dalam perdagangan terutama dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19.

“Masyarakat harus bijak bertransaksi. Jadi, tidak hanya pada masa Pandemi Covid-19 saja, kalau bisa transaksi non tunai ini digunakan masyarakat secara terus menerus,” katanya. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *