Sibolga, SeputarTapanuli.com – Boy Krisman Jaya Laoli, 24, warga desa Ampolu, dusun II, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), mengalami nasib sial. Dia bonyok dihajar gara-gara menegur seorang perempuan pekerja warung nasi goreng.

Peristiwa itu terjadi Rabu (13/5) dini hari lalu sekira pukul 03.15 WIB, usai Boy membeli nasi goreng dari salah satu warung nasi goreng di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Entah apa teguran Boy kepada perempuan pekerja nasi goreng tersebut, sehingga dia harus dihardik seorang pria di warung itu. Namun Boy saat itu melawan dan menantang pria tersebut diluar, yakni diperbatasan Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng).

Pria itu memenuhinya dan pergi meninggalkan warung tersebut terlebih dahulu bersama dua orang temannya. Mereka pergi dan menunggu di tempat yang disebutkan oleh Boy.

Melihat Boy melintas bersama dengan seorang temannya, si pria yang telah menunggu Boy bersama dua orang temannya tersebut langsung mengejar Boy. Boy pun coba melawan dengan cara menyenggolkan motornya ke motor yang dinaiki si pria dengan dua orang temannya tersebut. Namun nahas, Boy ikut jatuh dan menjadi bulan-bulanan si pria bersama dua orang temannya tersebut.

Si pria bersama dua temannya itu lalu pergi, namun Boy bangkit dan mengejar motor yang dinaiki si pria bersama dua temannya tersebut. Boy kembali menyenggolkan motornya ke motor yang dinaiki pria itu, tapi lagi-lagi apes, Boy kembali dihajar si pria bersama dua orang temannya tersebut.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/5), mengatakan akibat aksi penganiayaan itu, Boy mengalami luka-luka dan mengeluarkan darah.

“Siang hari paska kejadian, korban melapor ke Mapolsek Sibolga Selatan. Kapolsek Sibolga Selatan, Iptu Bremer Hulu, lalu memerintahkan Unit Reskrim melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan ketiganya,” kata Sormin.

Ketiganya sebut Sormin, berinisial YSN,25, MH,26, dan BTP,26. YSN dan MH diamankan Selasa (19/5) dari salah satu warung di Kelurahan Aek Muara Pinang, sedangkan BTP, menyerahkan diri keesokan harinya, Rabu (20/5). Ketiganya mengakui perbuatan mereka, telah menganiaya seorang laki-laki secara bersama-sama yang sebelumnya tidak mereka kenal.

“Ketiga tersangka kini ditahan di rumah tahanan polisi (RTP) Polsek Sibolga Selatan dan diancam pasal 351 ayat (1), Yo pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *