Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi meninjau lokasi bencana banjir dan longsor yang menerjang tiga kecamatan di Tapanuli Tengah (Tapteng), yakni Kecamatan Barus, Barus Utara dan Andam Dewi, Kamis (30/1).

Gubsu turun didampingi Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, dan Dandim 0211/TT, Letkol (Inf) Dadang Alex, serta sejumlah perwira Korem 023/KS seperti Kasilog, Kasiops dan Kasiter.

Di Desa Kinali, Gubsu dan rombongan disambut warga desa dengan tangisan pilu akibat bencana yang mereka alami saat banjir melanda dan merendam rumahnya.

Gubsu usai meninjau mengungkapkan keinginan pemerintah untuk menyelesaikan kesulitan warga yang terdampak banjir, sekaligus mencari tahu penyebab terjadinya banjir, hingga didapatkan solusi penyelesaiannya.

“Kita harus segera menyelesaikan kesulitan rakyat. Secara fisik ada rumahnya yang hancur, segera kita bangun. Ada yang kotor, kita bersama-sama bergotong royong,” ujarnya.

Menurutnya, harus ada langkah konkrit untuk menyelesaikan persoalan mengatasi banjir ini. Kenapa banjir terjadi, apa yang harus dilakukan, harus didapatkan persoalannya,

“Ke depan rakyat kita tidak kebanjiran lagi,” tuturnya.

Mantan Pangkostrad ini menambahkan, untuk menangani persoalan banjir, diperlukan program yang tepat dan harus direalisasikan secepatnya. Terutama harus dicari tahu kenapa setiap hujan, air selalu naik ke rumah warga.

“Itu yang harus kita ambil langkah. Jadi ada masa waktu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang,” tukasnya.

Sebagai bentuk belasungkawa bencana yang terjadi, Gubsu menyerahkan bantuan bahan pokok kepada korban banjir serta memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.

Sementara disela meninjau lokasi banjir dan longsor, Gubsu bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi makam Aulia Syeh Imam Al Majidu Al Wakni Imanuddin, di Desa Kinali, Kecamatan Barus.
Sebelumnya di Barus, Gubsu dan rombongan langsung menuju lokasi bencana banjir yang berada di Desa Sijukkang, Kecamatan Andam Dewi dan Desa Padang Masiang serta Kampung Mudik, Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus.

Terkait bencana banjir dan longsor yang terjadi di Tapteng, Kepala BPBD Tapteng, Safaruddin Ananda Nasution, mengungkapkan data sementara bahwa tercatat sudah ada sembilan warga yang meninggal dunia.

“Dua korban terakhir Brisma,,(27), ditemukan tadi pagi sekitar pukul 08.00WIB.Sedangkan jenazah kedua atas nama Ramalan, (40), siang harinya,” ungkap Safaruddin.

Berikut korban tewas bencana Tapteng :

• Adwirzah Tanjung (60) dan Idwarnisa (58), keduanya pasangan suami istri, warga Kelurahan Padang Masiang Barus.

* Bismar Marpaung (50), laki-laki, warga Sijukkang

* Juster Sitorus (55) laki-laki, warga Sijukkang

* Abdul Rahmah (72) laki-laki, warga Sijukkang

* Pardamean Manalu (85), perempuan, warga Sijukkang

* Esrin Pane (48) laki-laki, warga Sijukkang

* Brisma (27) laki-laki, warga Sijukang

* Ramalan (40) laki-laki, warga Parik Sinomba, Kecamatan Barus Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *