Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumatera Utara (Sumut), Bakhtiar Ahmad Sibarani, dan Darwin Sitompul, menghadiri rangkaian kegiatan Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa di Kelurahan Bajamas, Kecamatan Sirandorung, Senin (10/8).

Kedatangan kedua pemimpin Tapteng itu bersama dengan rombongannya, seperti Ketua DPRD Tapteng, Khairul Kiyedi Pasaribu, disambut Shalawat oleh Tim Marawis dan Tarian Kuda Lumping Krido Budoyo. Lalu dikalungi bunga oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama setempat.

Kemudian dipandu oleh sesepuh tokoh adat Jawa setempat, Sosmo Rejo, acara dilanjutkan doa oleh Hery Firmansyah dan pemotongan tumpeng oleh Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga pihaknya karena telah di undang menghadiri acara Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa di Kelurahan Bajamas. Menurutnya, kegiatan-kegiatan kebudayaan memang harus dilestarikan dan diteruskan, karena selain tradisi leluhur, juga menjadi penyemangat dan pererat persaudaraan diantara sesama anak bangsa.

“Hingga saat ini belum pernah kita dengar antara suku Batak dan Jawa bertengkar disini. Begitu juga antara suku Nias dan Batak. Oleh sebab itu, kita pastikan Tapteng kuat dengan persatuan dan kesatuannya, walaupun beda agama, suku, dan bahasa,” katanya.

Dia pun lantas meminta kepada semua masyarakat Tapteng, khususnya masyarakat yang hadir di acara itu supaya jangan mau diadu domba dan dipecah belah. Saat ini kata dia, ada orang yang terus berusaha membenturkan masyarakat, seolah-olah terzolimi lalu menyebarkannya ke media sosial (medsos).

“Kita pastikan kepada mereka, sebelum Tuhan murka kepadanya, kita masyarakat Tapteng tidak akan bisa diadu domba dan dipecah-belah dengan isu agama, isu suku, dan isu lainnya,” tukasnya.

Dia juga mengatakan acara Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus bekerja dan membuktikan bahwa mereka (Bupati dan Wakil Bupati) yang lahir dan besar di Tapteng mampu meningkatkan pemerataan pembangunan di Tapteng demi mewujudkan masyarakat Tapteng yang sejahtera. Baik itu dibidang infrastruktur jalan, jembatan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.

“Jalan ini sebelumnya hancur lebur, sekarang sudah mulus. Mungkin mulai tahun 1983 lalu, jalan ini belum pernah di hotmix. Namun Alhamdulillah saat ini sudah kita hotmix dan sudah tembus ke Kecamatan Manduamas. Dan kami juga akan pastikan Jalan Banyuwangi sepanjang 2 km di Kelurahan Bajamas akan di hotmix,” ungkapnya.

Sementara itu, orang nomor satu Tapteng itu juga menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Kecamatan Sirandorung juga untuk memberikan bantuan 15 ton beras ukuran 10 kg kepada 1.500 Kepala keluarga (KK). Dengan rincian 450 KK di Desa Pardomuan, 600 di Kelurahan Bajamas, 200 KK di Desa Mas Nauli dan 250 untuk Desa lainnya gabungan Desa Muara Ore, Sigodung, Desa Siodang, Desa Simpang Maruhar dan Simpang 3 Lau Bingke.

“Bantuan itu murni bantuan pribadi saya bersama Wakil Bupati, Ketua, dan angggota DPRD Tapteng, serta dana Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Nauli Sawit dan PT Trans Continent. Jadi bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tapteng,” tukasya.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa, Dikan, dalam laporannya menyebutkan, bahwa tujuan pelaksanaan Kenduri Bersih Desa dan Pagelaran Budaya Jawa adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa (TYMK) atas segala nikmat yang telah diberikan.

“Selain itu juga sebagai bentuk penyampaian harapan kiranya Tapteng diberikan rejeki yang melimpah serta terbebas dari segala marabahaya dan malapetaka,” kata Dikan.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar juga memberikan bantuan bedah rumah kepada 4 orang warga kurang mampu di Kelurahan Bajamas masing-masing Rp35 juta. Pembangunanya selambat-lambatnya akan dimulai pada September 2020 mendatang. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *