Sibolga, SeputarTapanuli.com – Dua kasus kriminal terkait pengambilan handphone (HP) dari dashboard sepeda motor (Septor) terjadi sepanjang Mei 2020 di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Kasus kedua dibulan itu kali ini menimpa Esra Meyke Aritonang,30, seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Jalan Iyu, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Ezra melaporkan kasus itu kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Sibolga pada Sabtu (16/5) lalu sekira pukul 14.50 WIB. Ezra mengaku telah kehilangan satu unit HP Android dari dashboard septornya Kamis (14/5), saat ia sedang menambalkan ban septornya yang kempis di salah satu tukang tambal ban di depan SPBU di Jalan Sisingamangaraja.

Ezra juga mengaku saat itu ia sempat pergi berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan modern disamping tambal ban tersebut, sementara HP ia letakkan di dashboard septornya. Hal itu sesuai tujuan Ezra semula keluar dari rumahnya untuk membeli susu.

“Setelah menerima laporan itu, Kasat Reskrim, AKP D Harahap, memerintahkan unit Opsnal (Buser) Reskrim untuk melakukan penyelidikan. Dan pada Selasa (16/6) pagi, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan dari Jalan Eka Satria, Kelurahan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Keduanya diamankan terpisah dengan waktu berbeda,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Dari hasil pemeriksaan ungkap Sormin, kedua terduga pelaku yang masing-masing diketahui berinisial YIKS,30, tinggal di Jalan Eka Satria dan JRGS alias G,28, di Jalan Sibolga-Padangsidempuan, Kelurahan Sarudik, Tapteng tersebut, mengakui perbuatan mereka telah mengambil satu unit HP pada Kamis (14/5) lalu dan telah menjualnya dengan harga Rp400 ribu.

Saat itu kata mereka, mereka berniat menambah angin septor mereka ditempat itu. Namun tanpa sengaja, mereka melihat sebuah HP terletak di dashboard sebuah septor yang tengah ditambal. Mereka lalu mengambilnya dan pergi. Sementara niat mereka semula yang ingin menambah angin, mereka urungkan.

“Saat itu, JRGS yang berjalan menuju arah tambal ban dan mengambil HP tersebut. Selanjutnya mereka pergi dan menjualnya seharga Rp400 ribu. Namun uang penjualan saat itu disebutkan mereka baru diberi sebesar Rp250 ribu dan sisanya baru dibayarkan keesokan harinya,” terang Sormin.

Keduanya aku Sormin, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan polisi (RTP) Polres Sibolga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 3e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun,” pungkas Sormin.

Kasus pertama sebelumnya menimpa Dwi Vira Azzara Tanjung,17, seorang mahasiswi, yang tinggal di Jalan MS Sianturi, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut. HP Android milik Dwi juga diambil dari dashboard septornya Kamis (21/5) sekira pukul 16.00 WIB tepat didepan sebuah bank di Jalan Zainul Arifin, Sibolga. Dua orang pelakunya juga berhasil digulung unit Opsnal (Buser) Reskrim Polres Sibolga. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *