Sibolga, SeputarTapanuli.com – Petugas medis dan petugas lainnya di Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinand Lumban Tobing (FL Tobing) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), sama sekali belum pernah menerima insentif selama mereka terlibat dalam penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit itu. Sementara dana insentif petugas medis di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sudah cair terlebih dahulu terhitung April, Mei, dan Juni 2020.

Direktur RSU FL Tobing Sibolga, Hotma Nauli Hutagalung, membenarkan hal itu. Pihak RSU FL Tobing Sibolga kata dia, telah mengajukan pencairan dana insentif untuk para petugas medis dan petugas lainnya yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di RSU FL Tobing Sibolga tersebut kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga. Dana insentif yang diajukan itu untuk April dan Mei 2020 dan merupakan yang pertama diajukan oleh pihak rumah sakit tersebut.

“Hasilnya masih kita tunggu,” kata Hotma kepada sejumlah wartawan di RSU FL Tobing Sibolga, Rabu (22/7), terkait kabar belum dicairkannya insentif para petugas medis dan tenaga lapangan penangan pasien Covid-19 di RSU FL Tobing Sibolga.

Besaran insentif yang dialokasikan untuk petugas medis dan petugas lainnya yang terlibat dalam penanganan pasien Covid di RSU FL Tobing Sibolga ungkap Hotma, bervariasi. Dokter spesialis sebesar Rp2,5 juta/bulan, dokter umum Rp2 juta/bulan, para medis Rp1,5 juta/bulan dan petugas lapangan seperti penyemprot, loundry, cleaning service, sopir dan lainnya masing-masing Rp1 juta/bulan.

Sementara pihak RSU FL Tobing Sibolga itu sebelumnya mengusulkan agar besaran insentif petugas medis di RSU FL Tobing Sibolga tidak disamakan dengan petugas medis Dinkes Sibolga, karena pihak rumah sakit itu menganggap petugas medis RSU FL Tobing Sibolga selaku pihak yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19 sehingga memiliki resiko yang jauh lebih berat. Ditambah beban pemakaian baju hazmat oleh petugas medis RSU FL Tobing Sibolga dalam menangani pasien Covid-19.

“Tapi mungkin karena keterbatasan anggaran, pihak Pemkot Sibolga tidak dapat merealisasikannya,” jelasnya.

Pemkot Sibolga diketahui menyediakan dana insentif bagi tenaga medis yang menangani Covid-19 di Sibolga. Besarannya disesuaikan dengan jabatan dan tugas para tenaga medis. Hal itu sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Sibolga sebagai dasar pembayaran insentif tersebut.

“Inilah juga kemarin yang menjadi kendala, karena dana insentif petugas medis RSU FL Tobing Sibolga dalam Perwal itu, disatukan dengan insentif petugas medis Dinkes Sibolga. Tapi sekarang Perwal itu sudah dirobah, dana insentif petugas medis RSU FL Tobing Sibolga terpisah dengan insentif petugas medis Dinkes Sibolga,” pungkas Hotma. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *