Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Jalan Propinsi yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), tertimbun (tetutup) tanah longsor akibat hujan deras yang menimpa wilayah itu, Selasa (1/9). Jalur itu tepatnya menghubungkan Kecamatan Andam Dewi, Tapteng, dengan Kecamatan Pakkat, Humbahas.

Personil Polsek Barus atas perintah Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Ded Arifianto cq Kapolsek Barus, terpaksa siaga di Jembatan besar Aek Sirahar, Kecamatan Andam Dewi, untuk mengatur arus lalu lintas, jangan sampai ada kenderaan yang malah terjebak masuk ke wilayah longsor tersebut.

Bagi kenderaan yang ingin melintas dari jalur itu menuju arah Kota Medan atau menuju wilayah Humbahas atau Tapanuli bagian Utara, terpaksa dialihkan untuk mengambil jalur lain, semisal Rampa-Poriaha atau Sibolga-Tarutung atau Manduamas lewat Aceh Singkil, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Personil Polsek Barus mengalihkan pengguna jalan mengambil jalur lain melalui Manduamas atau arah Sibolga,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifinto melalui Paur Humas, JS Sinurat, dalam keterangannya terkait longsor tersebut, Selasa (1/9).

Longsor menutup badan jalan propinsi yang menghubungkan Kecamatan Andam Dewi, Tapteng dan Kecamatan Pakkat, Humbahas, Selasa (1/9). (SeputarTapanuli/Istimewa)

Longsor yang menimpa jalan Propinsi yang menghubungan Tapteng-Humbahas itu tepatnya terjadi di wilayah Desa Ambobi Paranginan, Kecamatan Pakkat, Humbahas. Jalur ini diperkirakan baru akan pulih atau lancar kembali, Rabu hari ini (2/9).

Kabarnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Sumut dibantu Polres Humbahas dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pakkat, Humbahas, sedang bekerja mengevakuasi material tanah dan kerikil (bebatuan) yang menimbun badan jalan dengan alat berat. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *