Sibolga, SeputarTapanuli.com – Calon Wali Kota Sibolga Nomor Uru1, Jamaluddin Pohan, menantang media (Wartawan) untuk mengoreksi janji politik pasangan Jamal-Pantas (JP) selama kampanye. Apakah hanya untuk membuai masyarakat atau tidak.

Kurang lebih satu bulan masa kampanye, Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Sibolga Nomor Urut 1, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing atau yang akrab disapa Pasangan JP (Jamal-Pantas) telah banyak menyampaikan janji politik berupa program-program pembangunan mereka kepada masyarakat bila mereka kelak terpilih.

Diantaranya, pemberian dana pembangunan kepada masyarakat melalui lingkungan, pemberian perlengkapan sekolah gratis kepada seluruh siswa SD dan SMP serta bea siswa kepada siswa/mahasiswa berprestasi sebesar Rp1,5 juta setiap bulan dan pemberian tunjangan hari besar keagamaan kepada seluruh Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp300 ribu setiap tahun.

Kemudian, pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sandang untuk membantu meningkatan penghasilan pedagang dan masyarakat, penambahan mobil (truk) dan gerobak sampah, penggunaan mobil dinas biasa, pemindahan Tempat Pembuangan Sampah (TPA), penataan rumah sakit, pasar dan terminal Sibolga, pengelolaan dan pengembangan sumber daya alam (SDA) Sibolga berupa laut dan perbukitan/perbukitan, serta banyak lainnya. Tidak terkecuali program bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pemerintahan.

“Saya minta media mengoreksi seluruh janji (Program) pembangunan pasangan Jamal-Pantas jika pasangan Jamal-Pantas kelak terpilih dan memimpin Kota Sibolga. Apakah terealisasi atau tidak. Silahkan koreksi,” pinta Jamal pada pertemuannya baru-baru ini dengan pedagang di Pasar Sibolga Nauli yang dihadiri sejumlah wartawan.

Jamal yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPRD di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ini mengungkapkan hal itu karena dia yakin, dia bersama pasangannya Pantas Maruba Lumban Tobing bukan lah pasangan penabur janji, melainkan pasangan yang komit terhadap janji. Disamping dukungan mayoritas di DPRD Sibolga bagi pasangan Jamal-Pantas dan ditambah dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dirasa cukup untuk merealisasikannya.

Namun yang tak kalah pentingnya disebutkan, karena program Jamal-Pantas diperbuat dengan hati dan perasaan serta berdasarkan hasil analisa/kajian. Dimana seluruh tujuannya untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Sibolga.

“Pasangan Jamal-Pantas juga kelak akan bekerja sebagai pelayan (pekerja), bukan sebagai raja. Karena pasangan Jamal-Pantas menyadari uang (APBD) yang dikelola oleh pasangan Jamal-Pantas adalah uang masyarakat (rakyat),” pungkas Jamal. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *