Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Senin (18/1) malam lalu berburu kenderaan yang menggunakan knalpot blong/racing di wilayah hukum mereka. Kegiatan itu dilakukan untuk menjawab keluhan dan keresahan masyarakat atas suara bising knalpot blong/racing.

“Dari hasil kegiatan itu, Personil Polres Tapteng berhasil mengamankan 7 unit septor yang menggunakan knalpot blong/racing dan semuanya kini telah diamankan di Polres Tapteng setelah sebelumnya dilakukan tindakan tilang kepada pemilik kenderaan,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas, AKP Horas Gurning, Selasa (19/1).

Gurning mengakui, kegiatan itu dilakukan atas perintah Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, untuk menjawab keresahan masyarakat atas keberadaan kenderaan yang menggunakan knalpot blong/racing di Tapteng. Masyarakat Tapteng khususnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pandan sebelumnya, merasa terganggu dengan suara bising yang dikeluarkan kenderaan yang menggunakan knalpot blong/racing, khususnya roda dua.

“Menjawab keresahan masyarakat itu, Bapak Kapolres pun langsung memerintahkan Kepala Bagian (Kabag) Operasi (Ops), Kompol Yengky Deswandi, untuk merazia seluruh kenderaan yang memakai knalpot blong/racing di Tapteng,” imbuhnya.

Gurning juga mengakui, dalam pelaksanaannya, razia yang dipimpin Kabag Ops, Kompol Yengky Deswandi tersebut dilakukan secara Hunting/Mobile (Berburu/Bergerak) mulai dari simpang empat Jalan Feisal Tanjung, Kelurahan Pasar Baru hingga Jalan Ferdinand Lumban Tobing (FL Tobing), Kecamatan Pandan, Tapteng.

“Seluruh kenderaan yang berhasil terjaring dan diamankan tersebut akan dikembalikan kembali kepada pemiliknya, jika pemiliknya mau/bersedia memasang kembali kelengkapan kenderaannya sesuai standard sebelumnya. Sehingga masyarakat tidak bising lagi dengan suara kenderaan yang berasal dari knalpot blong/racing,” tukas Gurning.

Demi rasa aman dan kenyamanan masyarakat Tapteng dari suara bising kenderaan, Gurning atas nama kepolisian khususnya Polres Tapteng mengimbau kepada masyarakat Tapteng khususnya pengguna kenderaan untuk tidak mengunakan knalpot blong/racing dikenderaan masing-masing. Pihaknya dari Polres Tapteng kata dia, memastikan akan memberikan tindakan tegas terhadap setiap pemilik septor yang menggunakan knalpot blong/racing.

“Kami juga disini mengimbau pemilik bengkel maupun toko penjual knalpot untuk tidak melayani permintaan pemasangan maupun pemesanan knalpot blong/racing. Sekaligus kami memohon kepada seluruh orang tua agar melakukan pengawasan kepada anaknya masing-masing untuk ikut melarang penggunaan knalpot blong/racing. Sebab rata–rata pengguna kenderaan knalpot blong/racing adalah remaja,” pungkas Gurning.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 pasal 285 ayat 1 dan pasal 106 Ayat 3, pengendara yang tidak memenuhi persyararatan teknis dan kelaikan jalan termasuk knalpot dapat dipidana paling lama satu bulan dan denda maksimal Rp250 ribu. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *