Sibolga, SeputarTapanuli.com – Pria berinisial AS alias T, 32, yang kesehariannya berprofesi sebagai Juru parkir (Jukir) ini kemungkinan besar akan menjalani kehidupan di dalam penjara untuk yang keempat kalinya.

Warga Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga yang sudah tiga kali merasakan panas, dingin, dan pengabnya penjara ini, terindikasi telah melakukan pencurian satu unit Handphone (HP/Ponsel) milik seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ancaman penjara keempat kalinya kepada AS ini atas laporan pengaduan Januari Panggabean, 47, selaku ASN/PNS tersebut kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Sibolga pada Jumat (14/8) lalu sekira pukul 09.40 WIB.

Januari, yang tinggal di Jalan Iyu, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas ini, mengaku bahwa ia telah kehilangan 1 unit HP Andorid pada Jumat (14/8) dini hari, saat ia sedang tidur di atas bangku sebuah warung di Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Gerobak. Ia menduga HP nya telah dicuri dan ia merasa dirugikan sekitar Rp2,27 juta.

“Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP D Harahap memerintahkan Unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, Sabtu (9/1) malam sekira pukul 22.00 WIB, Polisi berhasil mengamankan AS, sebagai terduga pelaku, dari sebuah warung minuman tradisionil khas Batak (Warung Tuak) di Jalan Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, Selasa (12/1).

Sormin mengungkapkan, terduga pelaku AS yang pernah menjalani hukuman pada 2014 (Kasus penganiayaan), 2016 (Kasus pencurian kenderaan bermotor/Curanmor) serta 2019 (Kasus pencurian) ini kepada polisi, mengakui perbuatannya tersebut. AS terang Sormin bahkan mengaku melakukannya bersama-sama dengan satu orang temannya.

Pagi dini hari sekira pukul 04.00 WIB, AS bersama dengan temannya tersebut sedang berjalan hendak pulang ke rumah mereka masing-masing dan melintas dari Jalan Sibolga Baru. Kemudian AS melihat seorang laki-laki sedang tertidur di atas bangku dan menduganya tertidur karena pengaruh minuman keras (Mabuk).

AS lalu melihat sebuah tas sandang di atas meja di sekitar tempat laki-laki itu tidur dan melihat HP di dalamnya. AS bersama temannya tersebut kemudian mengambilnya dan keesokan harinya menjualnya seharga Rp1,2 juta. Hasil penjualannya lalu mereka bagi berdua.

“Atas perbuatan itu, AS dipersangkakan pasal 363 ayat (1) ke 4e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *