Sibolga, SeputarTapanuli.com – Ketua DPD II Golkar Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Jamil Zeb Tumori, merespon bijak keputusan sejumlah kader Golkar di Kota Sibolga yang menyatakan diri keluar dari Golkar.

Jamil dalam keterangannya saat dihubungi lewat sambungan telepon Kamis (3/12), mengaku dirinya menghormati keputusan politik para kader Golkar tersebut. Dia menganggap Golkar berhasil mendidik mereka menjadi kader-kader kstaria yang memiliki prinsip.

“Itu perlu kita acungkan jempol. Itu lah yang benar. Jangan menjadi mblelo. Sekali mendukung, prinsip harus diambil,” kata Jamil.

Jamil tidak memungkiri, sesuai peraturan partai, setiap kader yang tidak mematuhi rekomendasi partai, otomatis memang akan dikenakan sanksi. Tapi para kader tersebut sudah terlebih dahulu menyatakan diri keluar dari keanggotaan partai sebelum dikenakan sanksi.

“Dengan demikian juga, beban saya menjadi berkurang. Saya tidak perlu lagi mengeluarkan surat peringatan kepada mereka karena mereka sudah keluar terlebih dahulu,” ucapnya.

Sembilan kader Golkar di Sibolga foto bersama saat mereka menyatakan keluar dari Golkar, Kamis (3/12). (SeputarTapanuli/Jhonny Simatupang)

Jamil menyadari, di dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sibolga 2020, partai Golkar mengusung dan mendukung Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, Bahdin Nur Tanjung-Edi Polo Sitanggang (ABADI). Sementara para kader tersebut memilih dan mendukung Paslon Nomor Urut 1, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing (JP).

“Jadi kita tidak marah kepada mereka, malah kita justru berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada kader kita yang kstaria. Mereka memilih keluar sebelum dikenakan sanksi dan itu merupakan sikap ksatria. Mereka sudah mengetahui sanksi organisasi bila tidak sejalan dengan rekomendasi partai,” tukasnya.

Soal alasan para kader tersebut mengundurkan diri karena tidak sejalan dengan dukungan partai Golkar, Jamil yang juga Ketua Tim Kampanye Paslon Nomor Urut 2, Bahdin-Edi ini menjawab, selain tidak memengaruhi keputusan politik Golkar, setiap orang yang berpartai pada prinsipnya memang harus menghormati setiap keputusan partai. Sebaliknya, harus mencari jalan yang lain dan mendoakan serta tidak menganggu keputusan-keputusan partai sebelumnya, seperti keputusan yang telah diambil oleh Golkar untuk mendukung Paslon Bahdin-Edi.

“Jadi, silahkan mencari jalan terbaik dan tetap mendoakan partai Golkar. Partai juga kedepan kiranya memang harus melakukan perhatian dan penilaian sebelum mengambil keputusan serta menghargai aspirasi dari bawah,” ujarnya.

Alasan lainnya para kader tersebut menyatakan diri mengundurkan diri karena masuknya nama Syarfi Hutauruk sebagai Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD II Golkar Sibolga, Jamil menyampaikan permohonan maafnya atas keputusan hasil Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Sibolga tersebut. Namun aku Jamil yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sibolga ini, pihaknya memiliki penilaian terhadap keputusan itu.

“Keputusan itu merupakan keputusan terbaik, memasukkan nama Syarfi Hutauruk sebagai Wantim di DPD II Golkar Sibolga. Golkar Sibolga berharap kedepan mampu memposisikan diri kembali merebut kekuasaan yang sudah direbut pada masa Pemilu 2009,” pungkasnya. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *