Seorang prajurit Yonif 123/RW saat memperlihatkan pemakaian senjata kepasa Waasops Kasad Bid Siapops, Brigjen TNI Reza Pahlevi, ketika memeriksa kesiapan operasi prajurit Yonif 123/RW, Kamis (23/9). (seputartapanuli/dok penrem 023/ks)

Padang Sidempuan, seputartapanuli.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, melalui Wakil Asisten Operasi (Waasops) nya Bid Siapops, Brigjen TNI Reza Pahlevi, didampingi oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera (KS), Kolonel (Inf) Febriel Buyung Sikumbang, memeriksa kesiapan operasi prajurit Bataliyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali (RW), Kamis (23/9).

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui kesiapan pasukan, personil, materiil, dan logistik pasukan Yonif 123/RW yang akan melaksanakan tugas operasi sebagai satuan tugas (Satgas) pengamanan Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini (PNG) serta tugas masing-masing prajurit.

Dalam arahannya, Brigjend Reza meminta kepada para komandan pos (Danpos) dan wakil komandan pos (Wadanpos) agar mengenali setiap anggota di daerah tugas operasi. Selain itu, harus bertanggung jawab terhadap istri dan anak yang ditinggal tugas operasi.

“Kemudian, kenali dan aplikasikan ilmu yang diterima selama latihan di medan operasi serta pelajari medan di sekitar pos. Terutama jangan macam-macam di daerah operasi, seperti masalah susila. Jaga nama baik satuan,” imbuh Reza.

Satgas Pamtas prajurit Yonif 123/RW juga diharapkan dapat berhasil mengemban tugas yang diberikan oleh negara untuk menciptakan keamanan, kedamaian, dan ketenangan di perbatasan RI-PNG, khususnya Bumi Cendrawasih.

“Jadi, laksanakan tugas sebaik-baiknya. Berangkat berprestasi dan kembali tidak kekurangan sesuatu apa pun,” tegas Reza.

Sementara itu, Danrem Kolonel Febriel pada kesempatan itu menyampaikan mengenai kunci keberhasilam pelaksanaan tugas operasi kepada para satgas Pamtas RI-PNG prajurit Yonif 123/RW.

“Kunci keberhasilan pelaksanaan tugas operasi hanya satu, yakni setiap prajurit harus bisa merebut hati dan simpati warga setempat dengan mengenali dan memahami adat istiadat maupun kearifan lokal masyarakat setempat,” ujar Febriel. (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *