Sibolga, SeputarTapanuli.com Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), AKBP Nicolas Dedy Arifianto, menyatakan perang dengan Narkoba.

Pernyataan tersebut diungkapkan orang nomor satu di Polres Tapteng ini merujuk pada kenaikan kasus Narkoba dan tingkat keberhasilan Polres Tapteng dalam mengungkap kasus Narkoba di wilayah Tapteng sepanjang 2019-2020. Selain itu sebagai bentuk keseriusan orang nomor satu Tapteng tersebut dalam upaya memberantas Narkoba di wilayah hukumnya.

Berdasarkan catatan, pada 2019 lalu, Satres Narkoba Polres Tapteng berhasil mengungkap 74 kasus Narkoba di daerah Tapteng dengan jumlah tersangka 102 orang (93 orang laki-laki dan 9 orang perempuan). Barang bukti (Barbut) Ganja yang berhasil diamankan seberat 14.041,72 gram, ditambah 5 batang tanaman Ganja dan Sabu-sabu seberat 400,07 gram serta 28 butir pil Ekstasi.

Sementara pada 2020, Satres Narkoba Polres Tapteng mampu mengungkap lebih tinggi lagi kasus Narkoba di daerah Tapteng dibandingkan pada 2019 sebelumnya itu. Pada 2020, Polres Tapteng berhasil mengungkap sebanyak 97 kasus Narkoba atau jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 27 kasus (34%) dengan jumlah tersangka sebanyak 132 orang (130 orang laki-laki dan 2 orang). Sementara barbut Narkoba jenis Ganja yang berhasil diamankan seberat 770,13 gram dari 11 kasus, Sabu-sabu seberat 592,59 gram dari 83 kasis dan pil Ekstasi sebanyak 16 butir dari 3 kasus.

“Kenaikan jumlah kasus Narkoba ini mengindikasikan peredaran Narkoba di masyarakat masih marak terjadi. Maka itu, dalam rangka cipta kondisi Kamtibmas yang kondusif, Polres Tapteng melakukan langkah-langkah strategis, beberapa di antaranya perang terhadap Narkoba di wilayah Tapteng,” kata Nicolas di Mapolres Tapteng di Pandan, Jumat (8/1). (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *