Sibolga, SeputarTapanuli.com –  Penerima Mandat Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Sibolga, Reza Andika Rahmad Zeb Tumori, mengkritisi pernyataan calon Wali Kota Sibolga, Bahdin Nur Tanjung. Bahdin berniat kembali membuka aktifitas belajar mengajar di sekolah dimasa Pandemi COVID-19 jika dia terpilih memimpin Kota Sibolga.

“Saya memang tamat SMA, strata pendidikan saya jauh dibawah Pak Bahdin, tapi saya paham betul bagaimana Piramida peraturan perundang-undangan di Negara ini. Pemerintah Daerah (Pemda) tidak boleh membuat aturan yang bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Dan saya yakin, Pak Bahdin seorang doktor dan dosen memahami hal itu. Tapi maaf, saya katakan Pak Bahdin dalam hal itu terkesan mengaburkan situasi atau membodohi masyarakat,” ungkap Reza kepada wartawan, Rabu (18/11).

Reza menyebutkan, pernyataan Bahdin tersebut merupakan pernyataan ambigu (kabur, tidak jelas, ragu-ragu). Sebab proses belajar mengajar tatap muka di sekolah dimasa Pandemi sangat berbahaya, karena mengingat angka penyebaran COVID-19 di Kota Sibolga dan Nasional masih sangat memprihatinkan dan belum diketahui kapan akan berakhir. Terlebih Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri juga telah jelas-jelas menegaskan pelarangan proses belajar mengajar tatap muka di wilayah-wilayah yang berada dalam zona orange atau merah.

“Jadi, jangan seolah-olah keputusan membuka sekolah di masa Pandemi mutlak hak Pemerintah Daerah (Pemda), tapi harus mengacu pada SKB 4 Menteri,” tutur Reza.

Reza lantas menilai apa yang dilakukan oleh Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk, dan Pemerintah Pusat yang memberlakukan proses belajar mengajar melalui media Daring (Dalam Jaringan) di masa Pandemi COVID-19 sudah sangat tepat demi keselamatan anak bangsa. Anak-anak jauh dari COVID dan tetap belajar.

“Oleh karena itu, saya berharap Pak Bahdin jangan membuat statement (Pernyataan) yang berpotensi membuat kegaduhan, dan terkesan menyalahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga atas nama Pak Syarfi dan juga Pemerintah Pusat. Padahal, Pak Syarfi secara khusus telah melakukannya sesuai aturan,” ucap Reza.

Reza mengungkapkan, pernyataan ambigu Bahdin yang membuat resah masyarakat sebenarnya bukan kali pertama ini. Bahdin juga kata dia, pernah melontarkan pernyataan yang sama yang terkesan membodohi masyarakat dimana dia berencana akan menghidupkan kembali Persatuan Sepak Bola Sibolga (Persebsi) hingga menembus Divisi Utama.

“Padahal jelas-jelas amanah aturan Undang-Undang (UU) Sistem Keolahragaan Nasional tidak membolehkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membiayai klub profesional,” tukasnya.

Reza pun berharap, semua Pasangan Calon (Paslon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sibolga dapat bersama-sama mencerdaskan masyarakat, bukan malah membuat keresahan atau bahkan sampai membodoh-bodohi.

“Pesta demokrasi adalah ajang bagaimana masyarakat bisa semakin dicerdaskan dan bergembira merayakannya,” pungkas Reza.

Sebelumnya, Calon Wali Kota Sibolga, Bahdin Nur Tanjung, menyampaikan niatnya yang akan membuka kembali sekolah di Kota Sibolga, jika dia terpilih memimpin Kota Sibolga. Alasannya, Bahdin khawatir, jika anak-anak terus di rumah dan tidak sekolah, anak-anak bisa terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba, nakal, melawan orang tua dan lain-lain sebagainya.

Pernyataan Bahdin ini disampaikannya saat menggelar pertemuan dengan seratusan masyarakat Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, pada Selasa (17/11) malam lalu. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *