Korwil IX DPD PDIP Sumut, Sarma Hutajulu didampingi Ketua DPC PDIP Tapteng, Horas Sampe Tua Hutagalung dan lainnya saat menyampaikan arahan politik di Rakercab II DPC PDIP Tapteng di Aula Pantai Indah Kalangan, Tapteng, Minggu (6/6). (seputartapanuli/jhonny simatupang)

Tapanuli Tengah, seputartapanuli.com – Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut), Sarma Hutajulu, menggelorakan semangat kepada seluruh kader dan anggota Legislatif PDIP Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) agar merebut kembali kemenangan PDIP di Tapteng pada Pemilu 2024 mendatang.

“PDIP Tapteng harus mampu merebut kembali kemenangan yang sebelumnya pernah direbut, baik di Eksekutif (Pemerintahan) dan Legialatif (DPRD) di Tapteng,” seru Sarma dalam arahan politiknya saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II PDIP Tapteng Tahun 2021 di Aula Pantai Indah Kalangan di Kecamatan Pandan, Tapteng, Minggu (6/6) siang.

Sarma yang pernah duduk sebagai anggota dewan di DPRD Sumut ini pun dengan tegas meminta kepada seluruh kader dan anggota Legislatif Tapteng agar banyak membuat dan melaksanakan program kerakyatan serta benar-benar bekerja untuk masyarakat.

Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh kader dan Legislatif Tapteng agar bisa menjadi mata dan telinga partai di tingkat bawah dalam menyuarakan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat dan juga mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan hak-haknya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan-bantuan tunai dari pemerintah di masa Pandemi Covid-19.

“Memang, siapa yang berhak, itu yang mendapatkan bantuan, bukan karena kedekatan dengan pemerintah. Itu perlu kita kawal. Kalau kader-kader PDIP bekerja dengan hati, mengawal apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, kita yakin, pasti masyarakat mencintai PDIP,” tegasnya.

Sarma yang di struktural DPD PDIP Sumut menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Buruh ini lantas menyayangkan ketidakhadiran pemerintah dalam Rakercab PDIP Tapteng. Padahal pemerintah kata dia, adalah mitra politik partai (Parpol) dalam rangka memikirkan apa yang penting bagi masyarakat.

“Walaupun berbeda warna baju, saya kira itu adalah kekayaan kita. Bagi para kekuasaan, kalau tidak ada yang mengkritiki, itu tidak baik. Tapi, kekuasaan yang baik adalah kalau ada orang lain dan partai-partai politik yang memberikan masukan secara kritik,” tuturnya.

Ia pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng agar bisa menganggap parpol lain di luar parpol pengusung adalah mitra dalam rangka membangun kemajuan Tapteng.

“Itu harapan kita. Dan ini menjadi tugas PDIP. PDIP harus mendukung hal baik yang dilakukan oleh pemerintah. Dan PDIP akan memberikan masukan dan kritikan terhadap hal-hal yang menurut PDIP tidak sesuai yang diharapkan masyarakat dan ideologi parpol,” sebut Sarma.

Sarma kemudian meluruskan pendapat minor sebahagian masyarakat tentang istilah petugas partai yang disematkan oleh PDIP kepada para kadernya yang duduk di lembaga Eksekutif maupun Legislatif.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan istilah tersebut dan telah sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PDIP. Dimana setiap anggota/kader partai yang duduk di Eksekutif dan Legislatif yang bertugas untuk rakyat merupakan orang yang ditugaskan partai.

“Kenapa dibilang petugas partai, karena dengan memakai simbol partai, maka tanggungjawabnya berada di pundak PDIP,” tukasnya.

Ia pun mengajak seluruh kader PDIP, khususnya Tapteng agar menggunakan simbol-simbol partai tersebut untuk benar-benar memperjuangkan masyarakat dan bukan untuk menyakiti masyarakat. Terutama kepada kader PDIP Tapteng yang duduk di lembaga DPRD, diharapkan bisa saling bahu membahu berjuang bagi kepentingan masyarakat sesuai dengan amanat partai.

“Bagaimana pun sulitnya situasi sekarang ini, mari tetap bahu membahu berjuang untuk kepentingan masyarakat,” tukas Sarma.

Sebelumnya Ketua DPC PDIP Tapteng, Horas Sampe Tua Hutagalung dalam sambutannya membeberkan perihal pelaksanaan Rakercab II PDIP Tapteng tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini kata dia, sesuai amanat Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarno Putri, pada Kongres V di Bali pada 2019 lalu untuk mencetak hatrik kemenangan pemilu tiga kali berturut-turut.

Atas dasar itu, DPC PDIP Tapteng memperkuat basis politik partai yang ada di tingkat desa atau ranting, sehingga seluruhnya terstruktur dengan baik dan benar dan melakukan konsolidasi dan evaluasi, sehingga struktur partai bisa berjalan dengan baik serta melakukan program rekrutmen anggota pendidikan politik dan melakukan pemetaan desa untuk memperkuat anak ranting di desa sehingga nanti dari desa akan muncul inovasi baru membangun dana desa ke kota.

“Terkait dengan konsolidasi dan evaluasi partai, bahwa pada 2-5 Juni 2021, DPC PDIP Tapteng telah melaksanakan salah satu agenda partai, yaitu Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di 20 PAC yang ada di Tapteng. Dan program rekrutmen anggota pendidikan politik menjadi perhatian DPC PDIP Tapteng,” katanya.

Rakercab II DPC PDIP Tapteng yang mengangkat tema ‘Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat‘ dengan sub tema ‘Desa Taman Sari Kemajuan Nasional’ itu, dihadiri langsung oleh seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 20 Kecamatan di Tapteng serta seluruh fungsionaris DPC PDIP Tapteng.

Turut juga hadir, Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPD PDIP Sumut, Meinarty Bangun, dan lainnya serta tamu undangan dari Kodim 0211/TT yang diwakili Pasiter Kapten (Inf) Syahrial, yang juga menjabat sebagai Komandan Koramil Pandan.

Hasil dari Rakercab DPC PDIP Tapteng nantinya akan dibawa ke Rakercab DPD PDIP Sumut pada Minggu, 12 Juli 2021, dan selanjutnya dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP yang rencananya akan dilaksanakan pada Agustus 2021 mendatang. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *