Petugas gabungan operasi yustisi saat mendatangi salah satu cafe di Kota Sibolga, Sumut, Selasa (31/8). (seputartapanuli/dok humas polres sibolga)

Sibolga, seputartapanuli.com – Petugas Gabungan di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) kembali melaksanakan operasi yustisi dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes), Selasa (31/8) malam.

“Operasi yustisi ini dilaksanakan dalam rangka penerapan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Sibolga,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, atas nama Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja.

Pelaksanaan kegiatan itu diawali dengan apel konsolidasi dipimpin oleh Kepala Satuan (Kasat) Intelkam, AKP Agus Adhitama, beserta Padal Iptu Suyatno dan dihadiri Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga, Juprayer Sitinjak.

Dasar kegiatan sesuai dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 37 tahun 2021, Surat Telegram Kapolri Nomor : STR/653/VII/OPS.2/2021, tanggal 23 Juli 2021 dan Instruksi Wali Kota Sibolga Nomor : 360/47/2021, tanggal 13 Agustus 2021, tentang pembatasan kegiatan masyarakat level tiga (3) serta pengoptimalan posko penanganan Corona Virus Disease (Covid) 2019 di Kota Sibolga.

Dalam operasi itu kata Sormin, petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sibolga yang menyasar sejumlah tempat di Kota Sibolga menutup Brothers Cafe Sibolga karena diketahui masih buka di luar jam malam. Selain itu, petugas gabungan juga membubarkan pengunjung pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Masjid.

“Kemudian, melakukan penertiban kepada masyarakat yang tidak memakai masker sepanjang jalan Masjid, melakukan penutupan secara humanis terhadap cafe depan teras jalan masjid karena sudah lewat jam operasional,” ungkapnya.

Selanjutnya sambung Sormin, dalam operasi itu, petugas gabungan juga mengimbau para pelaku usaha baik para pengunjung, pemilik cafe, warung, rumah makan, kedai kopi, swalayan untuk mempedomani dan melaksanakan Inmedagri Nomor 37 tahun 2021.

Seluruh pelaku usaha untuk mematuhi aturan yang ditetapkan dalam Inmedagri tersebut, yaitu makan dan minum ditempat hanya diperbolehkan sebesar 50% dari kapasitas tempat bagi rumah makan dan cafe kecil. Kemudian, tidak menerima makan dan minum di tempat, bagi rumah makan dan cafe yang ukuran sedang hingga ukuran besar.

“Untuk pusat perbelanjaan atau mall, beroperasi hingga pukul 20.00 WIB dengan pengunjung 50% dari kapasitas. Penerapan Prokes juga harus dilakukan secara ketat,” pungkasnya. (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *