Sibolga, SeputarTapanuli.com – DS alias ML alias BS, 46, Ibu tujuh orang anak ini, harus menelan pil pahit. Gara-gara melempar Jengkol ke bibir lawannya, ia harus menghadapi ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Kejadiannya berawal Rabu (26/8) sekira pukul 04.00 WIB karena persoalan lapak tempat berjualan. Ketika itu, DS, ibu tujuh orang anak ini mendatangi lapak tempat berjualan yang ditempati korban Sarma Maruba Lumban Toruan, 46, pedagang, warga Jalan Mawar, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), di Jalan Patuan Anggi, Sibolga atau sekitar kompleks Pasar Sibolga Nauli.

Saat itu, Dia DS yang juga seorang pedagang ini mengklaim lapak tempat berjualan yang ditempati korban Sarma adalah lapak tempatnya berjualan. Namun entah apa yang terjadi selanjutnya, DS yang diketahui tinggal di Desa Gabungan Bukit Hasang, Dusun II, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga ini, seketika melempari korban Sarma dengan Jengkol, sehingga mengakibatkan bahagian bibir korban Sarma mengalami luka bengkak.

Korban Sarma yang tidak senang dan tidak terima dengan perbuatan itu, lalu melaporkan DS ke pihak Polres Sibolga. Pelaporan diperbuat sekitar lima hari kemudian paska peristiwa itu atau tepatnya Rabu (31/8) sekira pukul 20.00 WIB. Namun, Kasat Reskrim AKP D Harahap yang menerima laporan pengaduan korban Sarma, mencoba memediasi keduanya terlebih dahulu, tapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Kasat Reskrim melakukan upaya hukum dengan mengamankan DS.

“DS telah ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Sibolga. Dia diduga telah melakukan tindak pidana Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, dalam keterangan tertulisnya melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, Selasa (29/9).

Sormin mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, sebab penganiayaan yang dilakukan DS berawal dari permintaan DS kepada korban Sarma untuk menggeser lapak/lokasi tempatnya berjualannya. Namun korban Sarma disebutkan mengucapkan kata-kata yang tidak baik, sehingga membuat DS emosi dan melemparkan Jengkol ke arah muka korban Sarma.

“DS dan korban Sarma sudah saling mengenal, karena mereka sama-sama berjualan di Jalan Patuan Anggi. Tapi mereka telah 4 kali terlibat percekcokan (Perbertengkar). Sementara DS tidak mengetahui akibat yang terjadi pada korban Sarma, setelah melemparnya dengan mengggunakan Jengkol tersebut,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *