Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, memberikan keterangan atas penangkapan seorang terduga pelaku penganiaya istrinya, Selasa (11/5). (seputartapanuli/dok humas polres sibolga)

Sibolga, seputartapanuli.com – Seorang istri di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), babak belur dihajar suaminya karena tidak mau memberikan uang. Bahkan nyaris dibunuh dengan anak tunggal mereka yang masih berusia 18 bulan.

Peristiwa tersebut terjadi di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut)  pada Rabu (5/5) malam lalu sekira pukul 22.10 WIB. Korban berinisial MT, 24, sedangkan pelakunya yang merupakan suaminya berinisial MAN alias AU, 26, seorang buruh, warga Jalan Hiu, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

“Pada malam itu, suami korban datang dan minta uang Rp100 ribu kepada korban. Namun korban menanyakan uang tersebut untuk apa, tapi pelaku tidak menerangkannya sehingga korban tidak memberikannya,” kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, atas nama Kapolres, AKBP Triyadi, dalam keterangannya, Selasa (11/5).

Sormin mengungkapkan, karena uang tidak diberikan, pelaku kemudian melakukan penganiayaan kepada korban dengan menggunakan tangan dan batu pengganjal pintu. Bahkan pelaku juga mengancam akan membunuh korban dan bayi mereka yang masih berusia 18 bulan jika tidak memberikan uang tersebut.

“Setelah melakukan penganiayaan, pelaku berhasil merampas uang yang dipegang korban sebanyak Rp1,5 juta. Pelaku lalu pergi meninggalkan rumah dan korban yang mengalami luka dibagian kening dan pipi sebelah kanannya serta badan,” tuturnya.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim), AKP D Harahap, yang menerima laporan dari korban lalu memerintahkan unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sekira pukul 23.00 WIB, pelaku berhasil diamankan di salah satu warung tuak di Jalan Kakap, Sibolga.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya tersebut. Pelaku mengaku telah menganiaya istrinya dengan cara meninju, menendang, mengangkat tubuh istrinya yang tergeletak dan membantingkannya ke lantai serta menendang kepala istrinya dengan menggunakan kaki kiri,” beber Sormin.

Pelaku juga sebut Sormin, mengaku memukulkan batu ke kepala istrinya dan mengancam istrinya dengan pisau yang diambilnya dari dapur.

“Pelaku kini sudah ditahan dan diancam pasal 44 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *