Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Bakhtiar Ahmad Sibarani, menggelar pertemuan dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan pemilik E-Warung di Gedung Serba Guna Pandan, Kamis (21/1).

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan kepada Pemilik E-Warung agar melayani masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan baik. Sebab ia aku Bupati, mendapat info bahwa ada orang yang menjual namanya untuk bisa menjadi suplier ke E-Warung. Orang tersebut dikenalnya tapi hanya sebatas kenal dan tidak pernah membicarakan mengenai hal itu.

“Maka itu, saya langsung perintahkan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) untuk mengundang Pemilik E-Warung dan TKSK sehingga kita bertemu hari ini untuk menyampaikan kebohongan orang yang menjual nama saya tersebut,” ungkap Bupati.

Dia pun kemudian mengingatkan Pemilik E-Warung agar jangan pernah mencairkan sembako subsidi pemerintah kepada KPM dengan uang tunai. Menurutnya, penukaran sembako dengan uang tunai merupakan pelanggaran sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Begitu juga dia mengingatkan TKSK agar jangan pernah mengerjakan sesuatu yang tidak perlu serta memaksa Pemilik E-Warung untuk menyuplai bahan pokok.

“Saudara-saudara sekalian, jangan main-main. Bekerja saja sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Bupati.

E-Warung atau E-Warong atau Elektronik Warung Gotong Royong merupakan perpanjangan tangan pemerintah lewat Kementerian Sosial (Kemensos) dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) non tunai bagi warga tidak mampu. Dengan sistem ini setiap bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai menggunakan sistem perbankan. Tujuannya untuk mengurangi penyimpangan, kemudahan kontrol serta tepat sasaran, waktu dan jumlah.

Tidak hanya sebagai tempat membeli kebutuhan bahan pokok, E-Warung juga berfungsi sebagai mini Automatic Teller Macine (ATM) yang melayani pencairan bantuan sosial, belanja non tunai, buka tabungan, setoran dan tarik tunai, transfer, pembayaran listrik, telepon, BPJS, PAM, cicilan, tiket, token listrik, pulsa, bahkan gas elpiji tabung ukuran 3 kilogram bisa diperoleh di E-Warung. ATM yang digunakan adalah kartu yang bernama Combo.

Di Tapteng sendiri saat ini, jumlah KPM mengalami peningkatan sebanyak 4.786 KPM menjadi 26.195 KPM dari 21.409 KPM sebelumnya. Penambahan jumlah KPM ini atas usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng kepada pemerintah pusat sebelumnya.

“Sebelumnya kita usulkan penambahan KPM sebanyak 12.000 dan baru direalisasikan oleh pemerintah pusat sebanyak 4.786 KPM,” pungkas Bupati.

Turut hadir pada pertemuan itu, Wakil Bupati (Wabup) Tapteng, Darwin Sitompul, Ketua DPRD Tapteng, Khairul Kiyedi Pasaribu, Kadissos Tapteng, Boy Rahman Hasibuan dan lainnya. Rapat tersebut digelar dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *