Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hassanudin, saat memeriksa kesiapan prajurit Yonif 123/RW yang terlibat dalam Satgas Pamtas Indonesia-PNG pada acara penutupan di Lapangan Bola SMA Negeri 8 Pulo Bauk, Desa Labuhan Rasoki Padang Sidimpuan, Sumut, Jumat (10/9). (seputartapanuli/dok penrem 023/ks)

Padang Sidempuan, seputartapanuli.com – Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI Hassanudin, didampingi Komandan Resor Militer (Danrem) 023/Kawal Samudera (KS), Kolonel (Inf) Febriel Buyung Sikumbang, menutup latihan pratugas satuan tugas (Satgas) Bataliyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali (RW) dalam rangka operasi pengamanan perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini (PNG).

Kegiatan itu digelar di Lapangan Bola SMA Negeri 8 Pulo Bauk, Desa Labuhan Rasoki, Kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (10/9).

Dalam sambutannya, Pangdam Mayjend Hassanudin berharap kepada seluruh prajurit Yonif 123/RW yang mendapat tugas pamtas dapat mengikuti seluruh rangkaian penyiapan dengan antusias, semangat, dan kompak. Sebab, latihan pratugas pembekalan, penataran dan latihan dalam satuan yang telah dilaksanakan kata dia, merupakan bekal untuk pencapaian keberhasilan tugas operasi yang akan dilaksanakan di daerah operasi nantinya.

“Selaku Pangdam I/BB, saya juga berharap keberadaan Satgas Yonif 123/RW di Papua nantinya dapat sebagai bagian dari solusi permasalahan sosial yang terjadi di sana dan bukan sebagai beban masyarakat,” ucap Hassanudin.

Sementara kepada kepada seluruh prajurit Yonif 123/RW, Pangdam Mayje d Hassanudin, menyampaikan mengenai tugas TNI AD yang semakin kompleks dan dinamis. Ia bahkan mengaitkannya dengan perkembangan terakhir situasi keamanan di wilayah Papua, khususnya daerah perbatasan yang masih rawan tindakan ilegal, baik penyelundupan barang, narkoba ataupun manusia dan lintas batas pergeseran patok perbatasan yang masih menjadi keprihatinan tersendiri.

Menurutnya, dengan mudahnya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengubah fungsi daerah perbatasan menjadi jalur transit perdagangan ilegal.

“Untuk itu, kepada seluruh prajurit agar selalu waspada dan jangan pernah ragu dalam melaksanakan tugas guna menegakkan integritas dan menjaga kedaulatan NKRI sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pesannya.

Hal yang sama disampaikan Danrem 023/KS, Kolonel (Inf) Febriel Buyung Sikumbang. Ia juga mengingatkan kepada seluruh prajurit Yonif 123/RW yang tergabung dalam satgas Pamtas Indonesia-PNG agar menjadikan latihan pratugas sebagai bekal pengetahuan dalam meningkatkan kemampuan teknis, taktis serta intelijen maupun pembinaan teritorial yang sesuai dengan kebutuhan penugasan guna mendukung kesuksesan operasi RI–PNG.

“Hal tersebut sebagaimana dengan salah satu tujuan dari pelaksanaan latihan pratugas agar prajurit memiliki kepekaan terhadap segala dinamika perkembangan pada saat melaksanakan tugas operasi, khususnya di daerah perbatasan Papua,” tutur Febriel.

Turut hadir pada acara tersebut, Irdam I/BB, Danrindam I/BB, Asintel Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Kabaglat Rindam I/BB, Wali Kota Padang Sidimpua, dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel). (Jhonny Simatupang/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *