Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Dalam tempo tiga hari, Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap dan menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang buruh bangunan. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat 18 Desember 2020 lalu di areal pembangunan rumah di Kampung Baru, Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng.

“Terduga pelaku AJT, 24, warga Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga ini ditangkap di areal Kebun Sawit ,ilik Perusahaan RMA di Desa Sikara-Kara II, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Senin 21 Desember 2020 dini hari lalu,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, dalam keterangan persnya bersama para perwira Polres Tapteng di Mapolres Tapteng di Pandan, Rabu (23/12) sore.

Nicolas mengatakan, ketika ditangkap, terduga pelaku sama sekali tidak melakukan perlawanan dan  kooperatif. Bahkan terduga pelaku juga mengakui kejadian kronologis pembunuhan tersebut serta barang bukti (Barbut) seperti parang yang digunakannya untuk menghabisi nyawa korban serta barbut lainnya, seperti tuak masak (Miras) dan sandal.

“Terima kasih kepada Kasat Reskrim AKP Sisworo dan Tim Reskrim dan partisipasi aktif dan bantuan masyarakat. Dalam waktu cepat, Polres Tapteng dapat mengungkap dan melakuan penangkapan terduga pelaku. Dalam hal ini, Polres Tapteng tetap berusaha memelihara keamanan dan kedamaian di wilayah hukum Polres Tapteng,” katanya.

Terduga pelaku AJT harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia diancam pasal 340 subsider 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Sebelumnya, warga Kampung Baru, Desa Mela II, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria telungkup penuh luka di areal pembangunan rumah di atas sebuah bukit di daerah itu, Jumat (18/12) siang.

Tim Inafis Polres Tapteng dan Polsek Kolang yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan detail penyebab kematian korban. Hasil sementara saat itu, korban diduga meninggal akibat penganiayaan (kekerasan).

Kepala Lingkungan (Kepling) Dusun II Kampung Baru, Rolan Tarihoran, memastikan korban bernama O’o Zisokhi Lahagu, warga Dusun IV, Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli. Korban kesehariannya bekerja sebagai penjaga malam/buruh bangunan di lokasi pembangunan rumah tersebut dan jasadnya pertama kali ditemukan oleh pemilik lahan saat hendak mengantarkan makan siang kepada korban.

“Saat ditemukan posisi korban telungkup. Kalau tidak salah ada lima luka di bagian kepala belakang korban,” tukas Rolan. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *