Pdt Donna Simanjuntak, Sth, ketika membawakan kotbah pada Perayaan Paskah Oikumene Pemkot Sibolga, Jumat (21/5) di Gedung Nasional Sibolga. (seputartapanuli/Jhonny Simatupang)

Sibolga, seputartapanuli.com – Pemerintahan Kota (Pemkot) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) menggelar Perayaan Paskah Oikumene di Gedung Nasional, Jumat (21/5).

Kegiatan yang bertemakan ‘Berpaling Kepada Sang Hidup (Yohannes 20: 14-16)’, mengambil sub tema ‘Melalui Perayaan Paskah Oikumene Kita Jalin Kerukunan Demi Mewujudkan Sibolga Sehat, Pintar dan Makmur’ dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing dan Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Sibolga, Farida Hanum Siregar dan L Sitompul.

Juga turut hadir, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Sibolga, M Yusuf Batubara, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG), para Pendeta dari seluruh dedominasi gereja di Sibolga, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Aparat Sipil Negara (ASN), GAMKI, GMKI, dan masyarakat.

Acara itu sendiri dibawakan oleh Pengkotbah Pendeta (Pdt) Donna Simanjuntak selaku Phraeses HKBP Distrik IX Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Nias, dengan Ketua Panitia Paskah Oikumene Kota Sibolga, R Dorlince Sianturi, selaku Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kota Sibolga.

Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan memberikan bansos kepada warga pada Perayaan Paskah Oikumene Pemkot Sibolga, Jumat (21/5) di Gedung Nasional Sibolga. (seputartapanuli/Jhonny Simatupang)

Dalam sambutannya, Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengharapkan, Perayaan Paskah Oikumene jangan hanya sebagai acara seremonial, tetapi hendaknya dimaknai secara baru melalui kesadaran, kesetiaan, dan keterbukaan, untuk ditransformasi melalui Kuasa Yesus Kristus.

Sehingga lewat semangat Paskah dapat mewujudkan semangat persekutuan dan menciptakan persaudaraan diantara sesama masyarakat Kota Sibolga umumnya, yang selama ini Sibolga dikenal dengan ‘Negeri Berbilang Kaum Perekat Antar Umat Beragama’.

“Ini telah kita rasakan, tidak ada perbedaan diantara kita dikehidupan sehari-hari. Maka, mari bersama dan bersatu ke depan, bagaimana membangun Sibolga dengan persatuan kesadaran kita antar umat beragama,” sebut Jamal.

Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing memberikan tali asih kepada pelajar pada Perayaan Paskah Oikumene Pemkot Sibolga, Jumat (21/5) di Gedung Nasional Sibolga. (seputartapanuli/Jhonny Simatupang)

Jamal yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPRD Tapteng pada kesempatan itu terdengar prihatin karena Perayaan Paskah Kota Sibolga tahun ini (2021) dirayakan dengan sangat sederhana, karena situasi Pandemi Covid-19. Bahkan ia juga terdengar sangat prihatin karena tahun sebelumnya (2020) juga karena Pandemi Covid-19, perayaan paskah di Kota Sibolga sama sekali tidak dirayakan.

“Mari kita doakan, semoga Pandemi Covid-19 ini dapat berakhir tahun depan (2022) dari bumi Indonesia, khususnya Kota Sibolga, agar Perayaan Paskah Kota Sibolga bisa dikembalikan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Sibolga, Ahmad Syukri Nazri Penarik. Ketua DPRD yang masih berusia muda ini mengajak umat kristiani agar bersama-sama mengambil hikmah di balik Perayaan Paskah. Terkadang diakuinya, diacara Paskah bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Oleh karena itu, melalui momentum Perayaan Paskah Oikumene di tahun ini bersama dengan Pemkot Sibolga, mari tetap takut dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena IA telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan ke kerajaan anaknya terkasih. Di dalam dia, kita memiliki penebusan kita akan dosa (Kolose 1:13-14),” ucap Syukri, dengan mengutip natz dalam Alkitab.

Ketua DPRD Sibolga, Ahmad Syukri Nazri Penarik memberikan tali asih kepada pelajar pada Perayaan Paskah Oikumene Pemkot Sibolga, Jumat (21/5) di Gedung Nasional Sibolga. (seputartapanuli/Jhonny Simatupang)

Wakil Ketua FKUB Sibolga, Aratua Ompusunggu mewakili Ketua FKUB Sibolga, Nurdiswar Jambak, juga mengajak dan berharap kepada semua umat kristiani, khususnya di Kota Sibolga agar dapat memahami dan menjadikan momentum Perayaan Paskah Oikumene untuk melaksanakan restrukturialisasi kelemahan selama ini.

Ia juga mengajak dan berharap kepada setiap insan kristiani di Kota Sibolga secara khusus agar menjadikan Kuasa kebangkitan Kristus menjadi pendorong bagi umat kristen Sibolga untuk bangkit lebih baik, bergandengan tangan bersama Pemkot Sibolga dan masyarakat umat beragama lainnya dalam kerukunan.

Kerukunan antar umat beragama, kerukunan intern umat beragama, kerukunan umat beragama dengan pemerintah yang sering disebut ‘Trilogi Kelangsungan Hidup’.

“Kita akan menjadikan kekuatan kerukunan umat beragama ini sebagai modal untuk melanjutkan pembangunan Sibolga ke depan. Sebagaimana sub tema yang dituangkan dalam Perayaan Paskah hari ini, yaitu ‘Melalui Perayaan Paskah Oikumene Kita Jalin Kerukunan Demi Mewujudkan Sibolga Sehat, Pintar dan Makmur,” tukas Aratua.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing foto bersama dengan penerima bansos pada Perayaan Paskah Oikumene Pemkot Sibolga, Jumat (21/5) di Gedung Nasional Sibolga. (seputartapanuli/Jhonny Simatupang)

Sebelumnya, Pdt Donna Simanjuntak dalam khotbahnya menekankan kepada umat kristiani di Kota Sibolga agar mengimani dampak dari kebangkitan Yesus. Dari kebangkitan Yesus, maka jelas sudah kata dia, ada kepastian pengampunan dosa, kepastian iman, dan kepastian hidup.

“Seandainya Yesus tidak bangkit, maka tidak ada pengampunan dosa dan sia-sialah pemberitaan para nabi serta sia-sialah imanmu. Begitu juga tidak ada kebangkitan pada kita kalau Yesus tetap di dalam kubur. Maka kebangkitannya menjadi awal yang hidup bagi kita atau hidup yang baru dalam Kristus,” tukas Donda.

Sekalipun Perayaan Paskah Oikumene Kota Sibolga digelar secara sederhana dan dilakukan dengan Prokes yang ketat, tapi tidak mengurangi maknanya. Selain tetap menggelar ibadah, juga diberikan bantuan sosial (Bansos) berupa beras 10 Kg kepada 150 orang warga jemaat dari dedominasi gereja di Kota Sibolga dan tali asih kepada 53 orang pelajar serta lucky draw dengan berbagai hadiah, mulai dari kulkas, sepeda, rice cooker, payung dan lainnya.

Bahkan disediakan hadiah Grand Price lucky draw berupa uang sebesar Rp8 juta dari sumbangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumban Tobing. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *