Sibolga, SeputarTapanuli.com – Ratusan warga kurang mampu penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu per bulan di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), tampak meramaikan kantor Pos Indonesia cabang Sibolga, Senin (18/6). Meskipun pemerintah mengimbau warga untuk saling menjaga jarak sosial dan fisik, tapi pencairan BST di kantor itu masih saling duduk dan berdiri rapat.

Ramainya penerima bantuan membuat halaman parkir kantor Pos Sibolga tersebut membeludak. Bahkan antrean abang beca juga terjadi di depan kantor Pos tersebut. Pembagian BST sendiri sebagai bentuk bantuan pemerintah terhadap masyarakat miskin/kurang mampu yang terkena dampak Covid-19.

Bagi yang berhak menerima bantuan diwajibkan membawa surat undangan sebagai penerima BST dari Kemensos. Selain itu, mereka juga harus membawa bukti identitas seprti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai tanda bukti.

Panitia pengatur pencairan dana BST di kantor Pos tersebut, sepertinya telah mengatur dari awal sistem pencairan dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk itu, seperti teratak, kursi, sabun dan air pencuci tangan serta menempatkan petugas Satpam dipintu kantor Pos.

Namun panitia juga sepertinya kurang memperhatikan Protokol Kesehatan Covid-19, dimana tidak adanya pengukuran suhu tubuh mempergunakan alat pengukur tubuh, Infrared Thermometer, di lokasi itu. Begitu juga kurangnya pengawasan dan pengaturan soal jaga jarak sosial dan fisik (social dan physical distancing). Para warga duduk dan berdiri saling berdekatan dan rapat. Termasuk dengan pemakaian masker.

Warga penerima BST sebenarnya menyadari adanya Protokol Kesehatan Covid-19 di setiap keramaian. Namun mereka tetap saja berada dikerumunan untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Gimana lagi, antreannya juga lama. Warga penerima juga terus berdatangan,” kata marga Pasaribu, salah seorang pria paruh baya penerima BST, di lokasi kantor Pos Sibolga tersebut. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *