Sibolga, SeputarTapanuli.com – Personil Kepolisian Resort (Polres) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), kembali menangkap seorang terduga spesialis pencurian dengan kekerasan (Curas) di lokasi objek wisata Tangga 100 Sibolga.

Terduga pelaku curas ini berinisial FAN alias BB alias F, 18, warga Jalan Sibual-buali ujung, Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara. Dia ditangkap pada Kamis (21/1) lalu sekira pukul 21.00 WIB di dekat sarana olah raga di Simaremare Sibolga.

Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin atas nama Kapolres, AKBP Triyadi mengatakan, FAN ditangkap atas laporan pengaduan Sri Wahyuni Tanjung, 35, warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas ke Polres Sibolga pada Kamis, 24 Desember 2020 lalu sekira pukul 21.25 WIB.

Sri datang melapor ke Polisi atas peristiwa curas yang menimpa anaknya, Rizki Adrian Simanjuntak, bersama seorang temannya perempuan di Tangga 100 Sibolga pada sore hari itu juga sekira pukul 16.30 WIB.

“Kasat Reskrim AKP D Harahap saat itu juga langsung memerintahkan unit Opsnal (Buser) untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, Kamis (21/1), unit Opsnal berhasil menangkap FAN sebagai terduga pelaku curas terhadap korban Rizki dan temannya perempuan tersebut,” kata Sormin, Selasa (2/2).

Dari hasil interogasi tutur Sormin, FAN melakukan perbuatan itu bersama dua orang temannya dan satu orang diantaranya berinisial ABLN alias A ternyata telah ditahan sebelumnya bersama dengan seorang temannya berinisial AAP alias A dalam perkara lain. Sedangkan satu orang lainnya dalam perburuan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ketika melakukan aksi itu, selain melakukan kekerasan, FAN bersama dua orang temannya tersebut mengambil 2 unit Handphone (HP/Ponsel) milik korban Rizki dan temannya perempuan tersebut,” ujar Sormin.

Kemudian sambung Sormin, pada waktu melakukan aksi itu, selain menutup wajah, FAN bersama ABLN juga menggunakan alat berupa senjata tajam. FAN memegang Linggis dan ABLN memegang Parang, sedangkan temannya yang menjadi DPO tersebut bertugas mengawasi/memantau lokasi.

“FAN saat itu sempat memukulkan Linggisnya ke tubuh korban Rizki, karena korban Rizki sempat melakukan perlawanan,” tukas Sormin.

Atas perbuatan itu, FAN yang tercatat telah melakukan aksi itu sebanyak 4 kali bersama ABLN di Tangga 100 ini dijerat pasal 365 ayat (2) ke 2e dari KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas).

“Ancaman hukumannya paling lama 9 tahun,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *