Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Personil Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), meringkus dua orang pria pelaku jambret dari atas sepeda motor (Septor), Kamis (30/7) sekira pukul 14.00 WIB. Keduanya merupakan warga Kota Sibolga dan satu diantaranya masih berstatus pelajar.

Keduanya masing-masing berinisial HHM alias A, 17, pelajar, warga Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas dan REA alias R, 21, nelayan, warga Jalan Mojopahit Baru, Kelurahan Pancuran Bambu Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.

Keduanya diduga melakukan aksi perampasan satu unit Handphone (HP) Android milik seorang mahasiswi bernama Annisa Amalia Adha, warga Jalan Dangol Lumban Tobing, Gang Kenanga, Kecamatan Pandan, Tapteng, pada Minggu lalu (19/7), sekira pukul 15.00 WIB, di Jalan Sibolga Padang Sidempuan, km 01, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

“Penangkapan kedua terduga pelaku HHM dan REA ini berrmula dari laporan korban Annisa. Personil Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan keduanya serta menyita barang bukti HP yang diduga milik korban Annisa,” kata Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, dalam keterangannya melalui Paur Humas, Ipda JS Sinurat, Kamis (30/7).

Aksi perampasan HP milik korban Annisa terjadi ketika korban Annisa sedang mengemudikan sepeda motor (Septor) nya bersama dengan seorang temannya, Efrida Irawati Sihombing. Di tengah perjalanan mereka dari Pandan menuju Sibolga, tiba-tiba muncul satu unit septor tanpa nomor Polisi (plat) dari sisi sebelah kiri mereka. Kendaraan itu tak lain dikendari oleh kedua terduga pelaku.

“Salah seorang dari kedua terduga pelaku saat itu juga langsung merampas/mengambil HP milik korban Annisa, yang ditaruhnya di kantung/bagasi (dasboard) sebelah kiri septornya,” ungkap Sinurat.

Kedua terduga pelaku saat itu juga langsung melarikan diri meninggalkan tempat kejadian perkara dengan memacu kenderaan mereka dengan kecepatan tinggi. Sementara korban Annisa dan temannya hanya bisa terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.

“Korban Annisa pun saat itu juga langsung melaporkan kasus itu ke Polres Tapteng untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkas Sinurat. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *