Sibolga, SeputarTapanuli.com – Petugas kepolisian dari Polsek Sibolga Selatan mengamankan seorang pria berinisial JS, 52,  warga Jalan Sisingamangaraja, Gang Beo, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga karena terlibat perjudian jenis Sidney, Jumat (21/8) sekira pukull 12.35 WIB.

Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit Handphone (HP), 7 lembar kertas bertuliskan angka-angka pasangan, 1 buku rekap, 1 pulpen dan uang sebanyak Rp334.000.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, mengatakan penangkapan JS atas informasi masyarakat kepada pihak Polsek Sibolga Selatan, Jum’at (21/8) sekira pukul 12.25 WIB, yang menyebutkan bahwa ada masyarakat yang melakukan perjudian di Jalan Sisingamangaraja, Gang Beo, Kelurahan Aek Parombunan.

Kapolsek Sibolga Selatan, Iptu Bremer Hulu lalu memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Sibolga Selatan, Ipda Emil D Tampubolon, untuk berkordinasi dengan Sat Reskrim Polres Sibolga dibawah pimpinan AKP D Harahap dan sekitar pukul 12.35 WIB berhasil mengamankan JS sedang duduk didepan sebuah rumah di Jalan Sisingamangaraja, Gang Beo.

“Dari hasill pemeriksaan, JS mengaku telah melakukan perjudian jenis Sidney lebih kurang 2 bulan dengan nomzet berkisar Rp200.000-Rp350.000. JS sendiri menerima imbalan sebesar 20%,” tutur Sormin.

Sormin mengungkapkan, dalam kasus perjudian itu, JS tidak mengantongi ijin. JS sebagai penulis mengirim rekap kepada seseorang (Sub Agen) dan tidak mengetahui siapa orang yang menjadi bandar dalam perjudian itu.

“Perjudian dilakukan dengan cara pemasang datang langsung atau mengirim nomor pasangannya lewat SMS. Pemasang dapat memasang angka sebanyak 2 angka atau 3 angka atau 4 angka dengan besar uang pasangan minimal Rp1.000,” bebernya.

Apabila pasangan nomor tepat dengan angka yang keluar, maka dianggap sebagai pemenang. Tebakan 2 angka akan menerima uang sebesar Rp70.000 dan 3 angka sebesar Rp400.000 dan 4 angka sebesar Rp2.500.000. Namun besar hadiah tergantung besar uang yang diberikan pembeli dengan batas pemasangan minimal Rp1.000.

“JS melakukan perjudian untuk menambah penghasilan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun dalam prakteknya, dia tidak memiliki izin dari pihak berwenang,” tutur Sormin.

JS aku Sormin, masih ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Sibolga Selatan. Dia diduga telah melakukan perjudian tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 303 ayat (1) dari KUHPidana.

“Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *