Sibolga, SeputarTapanuli.com – Pria berinisial RAA alias K alias KP, 31, ini akan menjadi salah satu orang di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), yang paling sering keluar masuk penjara. Tercatat dia akan menjalani dunia penjara sebanyak 5 kali.

Sebelumnya, dia sudah mengecap dunia penjara sebanyak 4 kali. Pertama 2014, dia di hukum dalam kasus Narkoba selama 10 bulan. Kedua 2015, di hukum selama 10 bulan. Ketiga 2017, di hukum 1 tahun 1 bulan. Keempat 2019, di hukum 1 tahun 8 bulan. Dan untuk yang kelima baru akan dijalaninya nanti karena dia kembali ditangkap dalam kasus Narkoba.

Berdasarkan keterangan Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, RAA yang diketahui berdomisili di Jalan Abdul Rajab Simatupang, Kelurahan Sibuluan, Tapteng dan Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pancuran Kerambil Sibolga, Kecamatan Sibolga Sambas dan sudah menikah sebanyak 2 kali namun belum memiliki anak ini, ditangkap pada Kamis (22/10) lalu sekira pukul 20.30 WIB dari dalam sebuah rumah toko (Ruko) di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Baru, Sibolga.

“Dari tangannya, petugas menemukan 2 bungkus kecil sabu-sabu terbungkus plastik bening seberat 1,26 gram. Selanjutnya, dia dibawa ke Mapolres Sibolga dan dari hasil tes urine Narkoba juga, hasilnya positif,” kata Sormin, Sabtu (7/11).

Sormin menyebutkan, penangkapan RAA atas informasi masyarakat. Kepala Satuan (Kasat) Narkoba, AKP Sugiono, lantas memerintahkan KBO Narkoba, Ipda E Marbun, untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman. Hasilnya, sekira pukul 20.30 WIB, unit Opsnal (Buser) berhasil mengamankan RAA dari dalam ruko tersebut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, RAA mengaku membeli sabu-sabu dari seseorang di Sibolga Julu seharga Rp600 ribu. Sebagiannya telah dikonsumsinya di tempat dimana dia mendapatkan sabu-sabu tersebut. Selanjutnya, dia pergi ke sebuah ruko di Jalan Ahmad Yani tempat dimana dia diamankan dengan membawa sisa sabu-sabu,” tukas Sormin.

RAA ungkap Sormin, kini dalam penahanan pihak Polres Sibolga sebelum kasusnya dilimpahkan ke pihak terkait. Dia diduga telah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjual, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika golongan I atau memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan Narkotika golongan I jenis bukan tanaman (sabu) sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“RAA terancam hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *