Sibolga, SeputarTapanuli.com – RT alias R,35, seorang penjahat kambuhan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), diamankan personil reserse dan kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Sibolga, Minggu (31/6), karena diduga sebagai salah seorang pelaku pencurian uang sebesar Rp80 juta dan rokok senilai Rp5 juta dari toko grosir milik Buyung, 66, warga Jalan Pasar Swadaya Kota Sibolga pada Sabtu (16/5) lalu sekira pukul 01.30 WIB. RT ditangkap dari rumahnya di Jalan Dangol Tobing, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Kasubag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, atas nama Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, dalam keterangan tertulisnya Senin (7/6), menerangkan tertangkapnya RT yang memiliki dua alamat tempat tinggal di Jalan Dangol Lumban Tobing, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Tapteng dan Jalan Patuan Anggi- Kampung Kelapa, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga ini, atas laporan pengaduan korban Buyung Sabtu (16/5) sekira pukul 13.30 WIB ke Polres Sibolga. Dalam laporan pengaduannya, korban merasa toko grosirnya telah dibobol maling.

Saat itu sekira pukul 05.00 WIB, korban hendak menyusun barang-barang dalam tokonya dan curiga melihat sebuah masker warna hitam terletak di pinggir meja. Kemudian korban menanyakan hal itu kepada keluarganya, namun tak ada seorang pun yang mengetahui kepemilikan masker tersebut. Selain itu juga korban melihat satu unit obeng, satu kaos kaki di dalam grosirnya.

Korban pun lalu membuka laci meja, dan melihat uang sebanyak Rp80 juta sudah raib bersama rokok berbagai jenis senilai Rp5 juta yang sebelumnya dia letakkan di dalam laci mejanya.

“Ketika mendapatkan laporan itu, Kasat Reskrim, AKP D Harahap, langsung memerintahkan unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan Minggu (31/5) sekira pukul 09.00 WIB, RT berhasil diamankan dari rumahnya di Aek Tolang, Tapteng,” ungkap Sormin.

Kepada petugas ucap Sormin, RT mengakui perbuatannya telah mengambil sejumlah uang dan barang berupa rokok dari toko grosir milik korban Buyung. RT juga mengakui bahwa perbuatan itu dilakukannya bersama temannya yang sebelumnya telah mengamati dan memantau aktivitas pemilik toko.

“Uang yang diambil disebutkan sebesar Rp40 juta dan rokok Sampoerna besar 1 slop, Sampoerna kecil 1 slop, GG Surya 2 slop, GG filter 2 slop, Union 2 slop, Lucky Strike 2 slop, Magnum 2 slop dan Djisamsoe 234 sebanyak 8 bungkus,” sebut Sormin.

Demikian RT yang pernah dihukum selama 1 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tukka, Tapteng, terkait kasus pencurian kenderaan bermotor (curanmor) pada 2008 lalu dan 1,5 tahun pada 2016 di Lapas Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam kasus yang sama sambung Sormin, juga mengakui bahwa barang bukti rokok yang mereka curi tersebut telah mereka jual dan uangnya dibagi bersama sebesar Rp1,4 juta dan habis difoya-foyakan serta main judi internet

Sementara uang curian sebesar Rp40 juta yang disebutkan sempat dimasukkan ke dalam rekeningnya di salah satu bank, sedikit demi sedikit dikatakan diambil untuk diberikan kepada orang lain serta membeli pakaian, handphone (HP), menebus HP yang digadai dan mengurus perdamaian.

“RT kini ditahan di RTP Polres Sibolga dan diduga telah melakukan tindak pidana pencurian pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (2) Subs 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun,” tukas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *