Sibolga, SeputarTapanuli.com – Petugas dari Satuan Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), mengamankan seorang pria dari sebuah Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tani Ponggol, Kelurahan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (16/10) sekira pukul 13.30 WIB. Sementara seorang temannya berhasil melarikan diri.

Pria itu diketahui berinisial SRS alias W, 23, pengangguran, warga Jalan Oswald Siahaan, Gang Saudara, Kelurahan Pandan, Tapteng. Dia diamankan karena terbukti membawa Narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,3 gram.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menerangkan, penangkapan SRS berkat masyarakat yang menginformasikan kepada Sat Narkoba bahwa ada anggota masyarakat di Jalan Sibolga-Padang Sidempuan memiliki Narkoba. Kepala Satuan (Kasat) Narkoba, AKP Sugiono, langsung memerintahkan KBO Narkoba, Ipda E Marbun, untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman atas informasi tersebut.

“Setelah dilakukan penyelidikan yang akurat, target ditemukan sedang berdiri di salah satu SPBU di Tano Ponggol dan kemudian petugas mengamankannya,” ungkap Sormin, Rabu (4/11).

Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, ketika memberikan keterangan atas penangkapan seorang kurir narkoba, Rabu (4/11). (SeputarTapanuli/Dok Humas Polres Sibolga)

Ketika digeledah sambung Sormin, petugas berhasil menemukan 1 bungkus kecil sabu-sabu seberat 1,38 gram di dalam sebuah kotak rokok yang berada digenggam tangan kanan SRS. Petugas pun selanjutnya membawa SRS ke Markas Polres Sibolga untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tes urine.

“Dari hasil pemeriksaan, SRS mengaku memeroleh sabu-sabu tersebut dari seseorang di Jalan Sibolga-Padang Sidempuan tepatnya di Simpang Aek Tolang, Tapteng. Rencananya, sabu-sabu itu akan diserahkan kepada orang lain atas petunjuk yang memberikan sabu-sabu serta pesan pembayaran sebesar Rp1,5 juta. Sementara tes urine SRS juga positif,” tutur Sormin.

Sormin mengungkapkan, dalam pengantaran itu, SRS mengaku tidak menerima imbalan. Tetapi ia dijanjikan sabu-sabu gratis untuk dikonsumsi. Orang yang menyuruh dan menjanjikan sabu-sabu gratis tersebut tak lain merupakan teman semasa SMP SRS  dan sudah sering memberikan sabu-sabu gratis kepada SRS untuk dikonsumsi.

“Saat penangkapan SRS ini, temannya tersebut berhasil melarikan diri. Saat itu, mereka boncengan sampai di SPBU tersebut. Tapi ketika di SPBU itu, temannya tersebut berhenti hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), sementara SRS turun dan berdiri menunggu. Saat menunggu temannya tersebut, SRS menghubungi calon pembeli, tapi tak lama kemudian sebuah mobil mengarah pada SRS dan dengan cepat mengamankannya. Sementara temannya yang akan mengisi BBM tersebut melarikan diri,” beber Sormin.

SRS diancam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) dari Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dia (SRS) diancam hukuman di atas 5 tahun,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *