Batangtoru, SeputarTapanuli– PT Agincourt Resources (PTAR) memberikan bantuan perlengkapan dasar bagi Personil Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapsel ini, mengalokasikannya untuk zona 3, meliputi beberapa kecamatan yakni Batangtoru, Muara Batangtoru, Marancar, Angkola Barat dan Angkola Sangkunur.

Bantuan diserahkan oleh Senior Manager Community PTAR, Pramana Triwahjudi, diterima langsung oleh Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu, di kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, pada Jumat (27/11) lalu.

Pramana mengatakan, bantuan yang diberikan oleh PTAR ini merupakan bentuk kepedulian PTAR terhadap kondisi keselamatan masyarakat di wilayah sekitar Tambang Emas Martabe, terutama apabila terjadi kebakaran. Hal tersebut sebagai kelanjutan dari rangkaian kerja sama dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan para Personil Satuan Damkar agar lebih optimal dengan peralatan memadai sesuai standar dalam penanggulangan bencana kebakaran.

“Pada 2016, PTAR juga telah memberikan unit truk Damkar,” ungkap Pramana.

Pramana menambahkan, pemberian bantuan juga merupakan rangkaian dari peningkatan kapasitas para Personil Satuan Damkar zona 3 Tapsel. PTAR sebelumnya telah merancang serangkaian pelatihan penggulangan kebakaran bagi Personil Satuan Tugas bersama-sama dengan Emergency Response Team (ERT) PTAR. Namun hal tersebut sedikit terkendala karena COVID-19, sehingga beberapa pelatihan tertunda.

“Mudah-mudahan pelatihan itu bisa terus kita lanjutnya dengan cara-cara baru menyesuaikannya dengan Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19,” tukas Pramana.

Bantuan perlengkapan Damkar yang diberikan PTAR tersebut, berupa lima set lengkap baju dan celana pemadam anti panas Nomex III A, termasuk sarung tangan, helm dan sepatu. Kemudian, fire house rubber zulu 1,5 inchi x 30 meter (m) machino coupling 4 unit, fire house rubber zulu 2,5 inchi x 20 meter (m) machino coupling 4 unit, kapak pemadam kebakaran 90 centimeter (cm) 1 unit dan nozzle protek 368 size 2.5 inchi machino coupling 1 unit.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian pada penanganan COVID-19, PTAR juga memberikan bantuan pemugaran untuk Rumah Sejarah Simago-mago di Desa Sialagundi untuk dijadikan kantor Gugus Tugas COVID-19 Tapsel.

Rumah Simago-mago telah ditetapkan sebagai salah satu situs bersejarah oleh Pemkab Tapsel. Sejak 1950 areal rumah ini digunakan sebagai lahan pembibitan pertanian dan perkantoran, seperti Gedung Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Tapsel/Mess UPDT Simago-mago, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Aula Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Bangunan Kantor Pertanian (Lambou) serta rumah jaga. Pada 1953, Wakil Presiden (Wapres) RI, Mohammad Hatta, meresmikan sekaligus bermalam di rumah tersebut.

Menurut Pramana, bantuan yang diberikan oleh PTAR untuk Rumah Sejarah Simago-mago tersebut, berupa dukungan dalam bentuk pemugaran/restorasi. Proses pemugarannya akan memakan waktu kurang lebih selama 2 bulan.

“Termasuk kelengkapan kantor Gugus Tugas COVID-19 Tapsel, seperti meja dan kursi kerja, serta komputer dan printer,” pungkas Pramana.

Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu, mengucapkan terima kasih atas donasi yang diberikan PTAR. Bantuan tersebut diakuinya sangat bermanfaat, khususnya untuk menyempurnakan perlengkapan Damkar di sekitar tambang. Hal tersebut berkaca pada peristiwa kebakaran yang terjadi di Pasar Batangtoru pada tahun lalu yang menyebabkan beberapa peralatan rusak terbakar.

“Selain itu, kami juga berterima kasih atas pemugaran Rumah Sejarah Simago-mago, karena sekarang dapat digunakan sebagai kantor Gugus Tugas COVID-19 Tapanuli Selatan. Seluruh bantuan akan kami manfaatkan dengan maksimal,” tutup Syahrul.

Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources (PTAR). Wilayah tambang mencakup area 30 km persegi, berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km².

Tambang Emas Martabe ini terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Sumut. Tambang Emas Martabe ini mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya per 31 Desember 2019 sebesar 7,8 juta ounce emas dan 64 juta ounce perak. Kapasitas operasi Tambang adalah lebih dari 5 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.

PTAR melibatkan lebih dari 2.600 karyawan dan kontraktor, sekitar 98% di antaranya adalah warga negara Indonesia dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN), adalah pemegang saham 95% dari PTAR. PTDTN merupakan anak usaha dari PT United Tractors Tbk 60% dan PT Pamapersada Nusantara 40%, sekaligus merupakan bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Kepemilikan saham 5% dimiliki oleh Pemkab Tapsel dan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu). (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *