Sibolga, SeputarTapanuli.com – Sebanyak 400-an industri/usaha kecil dan menengah (UKM) ditambah 150-an pedagang kecil di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), dilaporkan terpukul dan kembang kempis karena Pandemi Covid-19. Beberapa diantaranya bahkan tutup.

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Sibolga, Agung Mariani Barus, mengatakan seluruh data industri/usaha kecil dan menengah (UKM) serta pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga ini telah mereka sampaikan kepada Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sibolga. Data itu merupakan hasil survey Perindag Sibolga sebelumnya berdasarkan surat Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemen Perindag) RI kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga.

“Dalam surat itu, kementerian meminta kepada Pemkot Sibolga untuk melakukan pendataan terhadap industri/usaha kecil dan menengah (UKM) serta pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga,” ungkap Agung, kepada SeputarTapanuli.com, Kamis (28/5), perihal jumlah usaha kecil dan menengah (UKM) serta pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga.

Pihaknya lanjut Agung, saat ini masih menunggu tindaklanjut penanganan dari Tim Gugus Tugas, apakah mereka (pengusaha kecil dan menengah serta pedagang kecil) ini memungkinkan untuk dibantu melalui pemberian stimulus atau seperti apa.

“Karena situasi mereka memang ada yang sampai tutup, omzet mereka menurun, ditambah pasar yang juga menurun,” tukasnya.

Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Sibolga sebelumnya memastikan akan memberikan perhatian kepada industri/usaha kecil menengah (UKM) serta pedagang kecil yang terdampak Covid-19 di Kota Sibolga. Perhatian bisa berupa pemberian stimulus atau lainnya, yang tujuan untuk menggeliatkan kembali ekonomi masyarakat Kota Sibolga yang terpukul karena Pandemi Covid-19.

“Namun ini masih harus diteliti oleh Dinas Perindag dan Dinas UKM Kota Sibolga dibawah Koordinator Assisten II Pemkot Sibolga. Apa yang bisa dibantu nantinya, akan dibantu, termasuk terhadap karyawan yang di PHK,” ucap Syarfi kala itu. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *