Sibolga, SeputarTapanuli.com – DMN alias D alias BR, 42, warga Jalan Kampung Baru, Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), kembali harus berurusan dengan hukum. Ia ditangkap Personil Satuan Narkoba Kepolisian Resort (Polres) Sibolga, karena diduga memiliki barang terlarang Narkoba.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, menerangkan DMN, residivis yang pernah di hukum pada 2016 lalu selama 4 tahun dalam kasus Narkoba ini ditangkap pada Kamis (22/10) lalu sekira pukul 16.00 WIB dari sebuah beca bermotor (Betor) di Jalan IL Nomensen, Kelurahan Angin Nauli, Sibolga. Dari masker hitam yang dipakainya saat itu, petugas menemukan 1 bungkus sabu-sabu terbungkus plastik bening dengan berat 0,24 gram. Begitu juga setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya, pada lemari baju di kamar rumahnya ditemukan 12 bungkus daun ganja yang tersimpan di sebuah tas kecil hitam abu-abu seberat 12,38 gram.

“Pada saat itu juga, petugas mengamankan DMN ke Mapolres Sibolga guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Namun, ketika dilakukan test urine, DMN juga positif sebagai pengguna/pemakai Narkoba karena dalam urinenya terkandung zat Amphetamin dan Marijuana sebagai bahan aditif Narkoba,” ungkap Sormin, Kamis (5/11).

Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, ketika memberikan keterangan di Mapolres Sibolga atas penangkapan residivis MDN, Kamis (5/11). (SeputarTapanuli/Dok Humas Polres Sibolga)

Dari pengakuan DMN, ayah 3 orang anak ini tutur Sormin, sabu-sabu diperolehnya dari seseorang Kamis (22/10) sekira pukul 14.30 WIB di sebuah warung di Jalan IL Nomensen dengan harga Rp200 ribu. Sementara Ganja diperolehnya Rabu (14/10) di Gang Prona, Kelurahan Sarudik sebanyak 150 gram/1,5 ons dengan harga Rp450 ribu.

“Sabu-sabu diperoleh DMN dari orang yang sama sudah 2 kali. Itu disebutkan dibelinya untuk dikonsumsi sendiri. Sementara ganja, selain dipakai, juga diakuinya untuk diperjualkannya kepada orang lain dengan kisaran harga Rp6 ribu-Rp10 ribu/bks,” imbuh Sormin.

DMN kini ditahan di ruang tahanan polisi (RTP) Polres Sibolga sebelum kasusnya dilimpahkan ke pihak terkait. Dia diduga telah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjual, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika golongan I atau memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan Narkotika golongan I jenis tanaman ganja dan bukan tanaman (sabu) sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) dari Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya di atas 5 tahun,” pungkas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *