Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Satu orang lagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) diberhentikan karena kasus penyalahgunaan narkoba. Oknum PNS tersebut berinisial IAH, dia diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

“Pemberhentian IAH sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor : 1051/BKD/2020, tanggal 19 Mei 2020. Jabatan terakhirnya adalah Tenaga Fungsional Umum di unit kerja Puskesmas Sibabangun di Kecamatan Sibabangun,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tapteng, Yetty Sembiring, Rabu (20/5).

Yetty yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penilaian Aparatur dan Penghargaan dan Kasubbid Disiplin dan Penghargaan BKD Tapteng ini mengatakan, sejak kepemimpinan Bupati Bakhtiar dan Wakil Bupati, Darwin Sitompul, keduanya telah menegaskan pemberantasan narkoba di seluruh Tapteng. Bahkan sedari awal juga seluruh PNS dan Honorer/Tenaga Kerja Sukarela (TKS) telah menandatangani perjanjian diatas materai yang berisikan siap diberhentikan jika terbukti terlibat narkoba.

“Hal itu telah dituangkan/diterbitkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2019 tentang Penegakan Disiplin Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Penyalah Guna Narkoba di Tapteng. Pada Pasal 5 Perbup Nomor 47 Tahun 2019 disebutkan PNS penyalah guna narkoba sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (3) dapat diberikan hukuman disiplin berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS,” imbuhnya.

Sementara itu ungkap Yetty, sebelum memutuskan pemberhentian IAH, Pemkab Tapteng sebelumnya telah menerima Surat Hasil Pemeriksaan Narkoba Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Nomor : Lab. 3897/400/RSUD/IV/2020 Tanggal 24 April 2020, Surat Polres Tapteng Nomor : B/1062/V/Res.4.2/2020/Resnarkoba Tanggal 8 Mei 2020, dan Surat Bupati Tapteng Nomor : 800/1298/2020, Tanggal 8 Mei 2020 tentang Pembentukan Tim Pemeriksa, serta hasil rapat Tim Pemeriksa Kasus Pelanggaran Disiplin PNS yang telah dilakukan oleh IAH.

Tim Pemeriksa Kasus Pelanggaran Disiplin PNS oleh IAH ini terdiri atas Sekretaris Daerah (Sekda) Tapteng, selaku Ketua Tim, Asisten Administrasi dan Umum, Inspektur Tapteng, Kepala BKD Tapteng, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan Organisasi Pemerintahan (Orta) Sekretariat Daerah (Setda) Tapteng, Kabid Penilaian Aparatur dan Penghargaan BKD Tapteng, serta Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Disiplin dan Penghargaan BKD Tapteng.

“Rapat Tim pemeriksa Kasus Pelanggaran Disiplin PNS tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Puskesmas Sibabangun sebagai atasan langsung PNS yang bersangkutan,” ujarnya.

Bupati Bakhtiar juga sebut Yetty, telah menjelaskan bahwa seluruh pihak harus konsisten dalam pemberantasan narkoba, tempat maksiat, dan perjudian di Tapteng, tanpa pandang bulu.

“Terrmasuk oknum PNS jika terbukti terlibat kasus narkoba akan diberhentikan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Yetty. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *