Sibolga, SeputarTapanuli.com – Aman Sihombing,59, seorang anak buah kapal (ABK) asal Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), ditemukan meninggal dunia diatas kapal KM Bintang Sinar Rezeki yang ditumpanginya dengan kondisi terbaring. Almarhum telah berlayar mencari ikan dengan kapal itu sejak 27 Mei 2020 lalu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6) lalu sekira pukul 08.00 WIB. Almarhum diketahui meninggal dunia selepas sarapan pagi bersama-sama dengan awak kapal lainnya.

“Selepas sarapan almarhum permisi kepada rekan-rekannya hendak berbaring. Saat itulah almarhum diduga menghembuskan nafas terakhirnya ditandaj dengan keluarnya buih dari mulutnya,” tutur Nahkoda (Tekong) kapal KM Bintang Sinar Rezeki Abdul Manan,49, kepada wartawan di Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinand Lumban Tobing (FL Tobing) Sibolga, Selasa (17/6) malam.

Menurut Abdul, peristiwa itu terjadi saat kapal mereka berada disekitar perairan Lahewa, Kepulauan Nias. Saat itu juga aku Abdul, dia langsung memutar haluan kapalnya dan kembali pulang menuju Sibolga. Sementara kapal rencananya masih akan berlayar sekitar dua minggu lagi.

“Kami tiba di Sibolga tepatnya di tangkahan Renta Sari, Senin (15/6) sekira pukul 21.00 WIB. Jasad Aman langsung dievakuasi bersama Personil Polsek Sibolga Sambas ke RSU FL Tobing Sibolga,” tukasnya.

Salah seorang keluarga dekat almarhum yang saat itu juga berada di rumah sakit itu, mengungkapkan kalau almarhum Aman Sihombing selama ini memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik.

“Almarhum selama ini sakit, ada sakit bagian dalamnya,” ujar keluarga dekat almarhum yang tidak ingin menyebutkan namanya ini ketika ditanya wartawan tentang riwayat kesehatan almarhum.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, lewat Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, dalam keterangan tertulisnya kepada awak media, Selasa (16/6), membenarkan adanya seorang awak kapal ikan bernama Aman Sihombing, warga Lingkungan I Hutabalang, Kecamatan Hutabalang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meninggal dunia diatas kapal.

“Setelah dimandikan di RSU FL Tobing Sibolga, jenajah malam itu juga dibawa oleh pihak keluarga almarhum kerumah duka di Hutabalang. Namun sebelumnya, pihak keluarga almarhum membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan autopsi terhadap almarhum,” tukas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *