Sibolga, SeputarTapanuli.com – Sebanyak 20 tenaga medis Rumah Sakit Umum (RSU) Ferdinand Lumban Tobing, Sumatera Utara (Sumut), terpaksa harus menjalani isolasi mandiri setelah seorang pasien mereka diketahui terpapar pasien COVID-19. Mereka diisolasi mandiri di rumah masing-masing menunggu sampai keluarnya hasil Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) mereka.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sibolga, Binner Lumban Gaol, mengatakan isolasi ke 20 tenaga medis tersebut dilakukan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19, sekalipun ke 20 tenaga medis tersebut sebelumnya telah menjalani rapid test dan hasilnya dinyatakan negatif.

“Soalnya mereka masih harus menunggu hasil test Swab PCR mereka untuk memastikan bahwa mereka benar-benar tidak terpapar COVID-19,” kata Binner, Rabu (23/6).

Dia mengatakan, paska rapid test, ke 20.tenaga medis RSU FL Tobing Sibolga tersebut kembali menjalani pemeriksaan lanjutan berupa test Swab PCR (Pengambilan sampel cairan/lendiri dari hidung dan tenggorokan) dan hasilnya telah dikirim ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) untuk diperiksakan lebih lanjut ke RSU Universitas Sumatera Utara (Sumut). Hal itu dimaksud untuk mengetahui dan memastikan secara pasti apakah ke 20 tenaga medis RSU FL Tobing Sibolg tersebut benar-benar negatif COVID-19 atau sebaliknya. Sehingga Gugus Tugas dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

“Soal layanan di RSU FL Tobing Sibolga, tetap berjalan sebagaimana biasanya. Pihak rumah sakit tersebut sudah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kekurangan tenaga dirumah sakit atas dirumahkannya ke 20 tenaga medis tersebut,” tuturnya.

Menurut dia, antisipasi yang diambil oleh pihak rumah sakit itu adalah dengan memaksimalkan dan mengefektivkan tenaga medis yang ada melalui pembagian tugas. Sehingga layanan kesehatan di RSU FL Tobing Sibolga tetap berjalan sebagaimana biasanya.

“Jadi, tidak ada penutupan. RSU FL Tobing Sibolga tetap buka,” tukas

Namun terlepas dari dirumahkannya ke 20 tenaga medis RSU FL Tobing Sibolga tersebut, Binner berharap hasil test lanjutan warga Tapteng Positif COVID-19, yang juga adalah tenaga medis di RSU FL Tobing Sibolga tersebut, negatif. Itu diharapkannya agar kondisi Kota Sibolga kembali nyaman seperti semula.

“Tapi demikian, mari tetap mematuhi Protokol Kesehatan COVID-19, bila masih sayang terhadap diri dan keluarga. Pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” tukasnya

Sebagaimana diketahui, ke 20 tenaga medis RSU FL Tobing yang diisolasi tersebut diduga sempat kontak dengan pasien COVID-19 tersebut. Pasalnya, sebelum dirujuk ke RSU Tarutung dan menjalani isolasi dan perawatan disana, pasien COVID-19 tersebut sempat dirawat di RSU FL Tobing Sibolga.

Bahkan dari peristiwa itu juga, sebanyak 18 prajurit TNI AL Sibolga terpaksa harus menjalani rapid test dan isolasi mandiri dirumah masing-masing, karena suami bersangkutan (pasien COVID-19) merupakan prajurit TNI AL Sibolga dan dianggap pernah kontak dan dekat dengan suaminya tersebut. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *