Sibolga, SeputarTapanuli.com – Pria berinisial L, 27, warga Jalan Merpati, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) ini, terbilang nekad. Ia menyumpal mulut seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dan mengancamnya bila tidak ingin memberikan cincin emasnya.

Perbuatan itu dilakukannya pelaku L pada Senin lalu (12/10) sekira pukul 06.30 WIB di Jalan Kesturi, Gang Nelayan, Kelurahan Aek Manis Sibolga. Tepatnya di dalam rumah IRT Wildawati, 30.

Pagi itu, korban Wildawati sedang memasangkan pakaian anaknya dengan posisi membelakangi pintu depan (Pintu masuk) rumah mereka. Pelaku L yang berada di luar rumah korban Wildawati saat itu tergiur melihat cincin yang terpasang di tangan kiri korban Wildawati.

Pelaku L pun seketika itu juga masuk ke dalam rumah korban Wildawati lalu dengan cepat mengambil sebuah pisau cutter yang berada di dalam rumah korban Wildawati. Pisau Cutter itu sebelumnya sudah dilihat pelaku L dari luar rumah korban Wildawati.

Sejurus kemudian, pelaku L yang kesehariannya berprofesi sebagai nelayan ini langsung membekap mulut korban Wildawati dengan tangan kirinya dan mengancam korban Wildawati dengan cutter agar korban Wiladwati jangan berteriak bila tidak ingin mampus.

Pelaku L pun saat itu juga coba menarik cincin yang terpasang/tersemat di jari kiri korban Wildawati. Tapi, cincin itu ternyata tidak bisa ditarik/dilepaskannya. Sehingga pelaku L mengarahkan sasarannya ke sebuah Handphone (HP/Ponsel) jenis Android yang terletak di atas sebuah tempat tidur di dalam rumah korban Wildawati tersebut. Setelah mengambilnya, pelaku L lalu melarikan diri.

Orang tua korban Wildawati yang ternyata berada di dalam rumah itu, seketika itu juga langsung berteriak meminta pertolongan. Masyarakat sekitar yang mendengar teriakan itu langsung mengejar pelaku L dan berhasil mengamankannya. Setelah itu, menyerahkannya ke pihak Polsek Sibolga Selatan.

“Kapolsek Sibolga Selatan, Iptu Bremer Hulu, lalu memerintahkan Kanit  Reskrim, Ipda Emil D Tampubolon, melakukan pemeriksaan terhadap pelaku L dan pelaku L mengakui perbuatannya dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin, Rabu (14/10).

Sormin mengungkapkan, tersangka L ternyata mantan residivis yang sudah pernah di hukum dalam kasus pencurian kenderaan bermotor (Curanmor) pada 2016 lalu. Dia (Tersangka L) di vonis selama 8 tahun 1 bulan penjara, tapi dia hanya menjalaninya selama 3 tahun 10 bulan di Lapas Tukka.

“Tersangka L diduga telah melakukan tindak pidana Pencurian kekerasan (Curas) sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 ayat (1) Subs 363 ayat (1) dari KUHPidana dan diancam hukuman paling lama 9 tahun,” tukas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *